Aneka Jajanan Pasar yang Harus Dicoba, Sebelum Hilang Dimakan Zaman!

Jajanan Pasar — Di zaman yang modern ini semakin mudah mendapatkan segala macam hal. Namun ada hal yang makin lama juga semakin pudar. Sehingga cukup sulit untuk menemukannya di zaman yang serba modern sekarang ini.

Berbagai macam kue tradisional Indonesia biasa ditemui dalam jajanan pasar. Namun, seiring modernisasi yang saat ini dijalani, beberapa jajanan pasar mulai sulit didapatkan. Padahal jajanan pasar itu sendiri rasanya tidak kalah enak dibandingkan dengan jajanan kekinian, yang banyak di pasaran.

Jajanan pasar atau jajanan tradisional adalah berbagai macam kue tradisional Indonesia yang biasa dijual di pasar-pasar tradisional. Kue ini banyak sekali macam dan namanya. Juga terdiri dari berbagai macam bahan dasar.

Berikut ini Pena Kecil bagikan kepada kalian tentang berbagai macam jajanan pasar. Penjelasannya bisa kalian baca di bawah sini 😀

Jajanan Pasar Khas Indonesia yang Beragam

jajanan pasar dari tepung beras
Beraneka Jajanan Pasar yang terbuat dari Tepung Beras

Bagi masyarakat di Indonesia, beras adalah kebutuhan untuk hidup. Hal ini dikarenakan Indonesia yang merupakan negara agraris, yang sebagian besar penduduknya berprofesi dalam bidang bercocok tanam atau pertanian.

Beras di Indonesia tidak hanya dinikmati dalam bentuk nasi saja, namun beras juga bisa diolah menjadi tepung yang memiliki tekstur yang licin dan juga halus. Tepung beras dibuat dari beras yang dihaluskan dengan cara digiling atau ditumbuk.

Tepung yang berasal dari beras ini sering dikreasikan menjadi berbagai macam kreasi kuliner di Indonesia. Kue-kue tradisional Indonesia yang sering kita sebut dengan jajanan pasar juga banyak yang berbahan dasar tepung beras.

Berikut macam jenis jajanan pasar yang berbahan dasar tepung beras yang ada di Indonesia.

Pancong

Kue pancong
Kue Pancong, Jajanan Pasar yang Kini Menjadi Jajanan Kekinian

Kalian para kids zaman now ga asing kan sama pancong? Yup! Kue pancong ini termasuk jajanan pasar loh, kalian ga salah. Jajanan pasar satu ini merupakan jajanan pasar khas dari Betawi.

Kalo dulu, pancong itu cuma ditaburi dengan gula pasir dan parutan kelapa. Zaman now nih, udah dikasih berbagai macam toping yang kekinian banget deh pokoknya!

Sesuai dengan judulnya nih, kue pancong itu terbuat dari tepung beras. Kue pancong khas Betawi ini mirip-mirip dengan kue bandros yang berasal dari Bandung. Hanya beda nama dan daerah saja, namanya juga Indonesia, Bhineka Tunggal Ika!

Kue pancong berbentuk setengah lingkaran, memiliki tekstur yang padat namun lembut saat dimakan. Adonan dari pancong terdiri atas campuran dari tepung beras, santan, gula, garam dan kelapa parut. Namun pancong yang kekinian biasanya menambahkan campuran tepung terigu dan juga telur. Campuran bahan disesuaikan dengan selera masing-masing. 🙂

Kue Apem

Kue Apem
Kue Apem yang Memiliki Filosofi sebagai Ampunan

Mungkin ada yang bilang kue apem ini asalnya dari kue appam yang berasal dari India. Tapi menurut Pena Kecil sendiri sih bukan. Dari bentuknya, apem ini tidak mirip dengan kue appam.

Dan menurut legenda yang beredar, kue apem ini adalah kue yang berasal dari tanah arab sana. Kue yang dibawa oleh Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan dari Prabu Brawijaya ini pernah melakukan perjalanan. Perjalanan itu adalah perjalanan dari tanah suci dan sepulangnya dari sana ia membawa 3 buah makanan sebagai buah tangan dari tanah suci.

Namun dirasa terlalu sedikit oleh istrinya, kue apem ini dibuat ulang agar bisa dibagikan kepada warga setempat. Makanan ini dikenal dengan sebutan kue apem.

Apem sendiri diyakini diserap dari kata “affwan” yang dimaknai dengan ampunan. Hal ini bertujuan agar para masyarakat selalu memohon ampun kepada Allah SWT. Membagikan kue apem ini kemudian menjadi sebuah tradisi. Biasanya tradisi membagikan kue apem ini pada saat acara selamatan atau saat menjelang bulan Ramadhan.

Kue Mangkok

Kue Mangkok
Kue Mangkok Bisa Disebut Sebagai Cupcake dari Indonesia.

Cupcake? Bisa dibilang mirip, tapi itu adalah kue mangkok. Penganan yang berbahan dasar tepung beras ini memang mirip dengan cupcake. Kue mangkok ini merupakan jajanan pasar yang populer di Indonesia.

Kue ini diperkenalkan oleh orang China yang bermigrasi ke Indonesia.

Berbahan utama tepung beras yang juga dicampur dengan tepung terigu, gula dan juga tape singkong. Diberikan sedikit pengembang, dimasak dengan cara dikukus.

Kue mangkok ini biasa disajikan dalam berbagai acara seperti arisan, pertemuan warga, ataupun pesta ulang tahun. Selain itu, kue mangkok juga terkadang ditaruh dalam sesajen di Bali.

Pewarna biasanya dicampurkan ke dalam adonan kue mangkok, agar membuatnya terlihat lebih menarik dengan warna-warna yang cerah.

Putu

Putu
Kue Putu Bambu

Buat kalian yang memahami bahasa Jawa, maaf ini bukan putu yang di bahasa Jawa artinya cucu. Putu yang dimaksud disini adalah kue tradisional Indonesia. Kue yang dimasak dengan bambu ini ditengahnya diisi dengan gula merah atau gula aren. Lalu diberikan taburan kelapa parut.

Kue putu ini berbahan dasar tepung beras yang ditumbuk kasar, tidak halus. Cara pembuatannya juga terbilang unik loh. Tepung beras yang biasanya sudah diberi pewarna daun suji, dimasukkan dalam bilah bambu, diisi gula merah, lalu ditaruh diatas lubang yang ada di kaleng, yang mengeluarkan uap.

Kalo yang Pena Kecil tau sih yang jual menggunakan kaleng, mungkin di tempat kalian berbeda hehe 😛

Setiap yang jual kue putu lewat, biasanya dia mempunyai suara tuuut… yang khas. Jadi kalau abang kue putu lewat, kita bisa tau dari suaranya yang khas. Lalu ketika kue putu dimasak, suaranya akan berubah lagi. Itulah salah satu keunikan dari kue putu.

Kue putu memiliki jenis dan juga kembaran loh! Gambarnya dan penjelasannya ada dibawah sini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Putu Ayu

Kalau pada awalnya hanya ada putu bambu, putu ayu ini adalah perkembangan dari putu bambu. Putu ayu lebih banyak dijumpai di pasaran. Itu karena putu ayu ini bisa bertahan lebih lama dibandingkan putu bambu.

Kalau putu bambu, kita harus menunggu yang jualan itu lewat depan rumah. Karena udah jarang tukang kue putu bambu yang berjualan di pasar. Jadi putu bambu udah terbilang langka dan jarang ditemui.

Sedangkan si putu ayu ini mulai banyak ditemui di toko-toko kue atau bahkan supermarket.

Kue putu ayu ini dicetak dengan cetakan yang berbentuk mirip seperti bunga. Penampilannya yang lebih menarik dibandingkan putu bambu yang lurus begitu aja, ditambah daya tahan yang lebih lama, membuat putu ayu lebih mudah untuk dijual.

Selain bentuk yang cantik menyerupai bunga, warnanya mirip dengan putu bambu yang biasa berwarna hijau, bedanya lagi kelapa parutnya ditaruh di bagian yang bergelombang, membuatnya terlihat seperti salju.

Rasa dan juga tekstur dari putu ayu ini juga cukup berbeda dibandingkan putu bambu. Kalau putu bambu saat dimakan itu biasanya pecah dan cukup berhamburan, beda halnya dengan putu ayu. Putu ayu bertekstur agak mirip dengan bolu, lebih padat. Dan juga kebanyakan, putu ayu dibuat dari campuran tepung beras dan tepung ketan.

Putu Mayang

Bentuk yang dimiliki oleh putu mayang ini mengecoh. Karena dibentuk mirip seperti mi ataupun bihun. Walaupun sama-sama dibuat dari tepung beras, tapi putu mayang dibuat dari tepung beras yang lebih halus tidak seperti putu bambu.

Selain itu cetakan dan bentuknya lebih mirip seperti bihun atau mi. Dan cara penyajiannya pun diberi kuah yang terbuat dari gula merah. Benar-benar terlihat seperti mi kuah.

Putu mayang ini biasanya diberi berbagai macam pewarna, ada yang merah, hijau, atau dibiarkan putih begitu saja. Kuah yang dijadikan pendamping putu mayang ini juga ada yang membuatnya dengan campuran durian atau diberikan daun pandan untuk aromanya.

Awug

Kita berkunjung ke Tatar Sunda. Ada penganan yang mirip dengan putu. Beda nama dan pembentukannya saja.

Di sunda ada penganan yang bernama awug. Terbuat dari tepung beras juga, namun kalau putu bambu hanya diberi gula merah di tengahnya, awug ini gula merahnya diberikan berselang-seling antara gula merah dan tepung berasnya.

Awug dibentuk dengan kukusan nasi yang berberntuk kerucut. Jadi bentuk dari si awug ini mirip seperti tumpeng. Tumpengan awug ini disajikan dengan cara dipotong-potong dan dicampur dengan parutan kelapa.

Talam

Kue Talam
Kue Talam

Kue tradisional Indonesia yang satu ini merupakan kue tradisional yang berlapis. Biasanya berlapis dua dan dimasak dengan cara dikukus.

Kue talam ini memiliki tekstur yang kenyal seperti agar-agar. Bahan pembuat kue talam ini juga tepung beras, namun ada juga yang memadukannya dengan tepung kanji.

Untuk lapisan bawah yang manis adalah campuran dari tepung dan juga ubi. Lalu lapisan putih di atasnya memiliki rasa gurih dari campuran adonan tepung dan juga santan.

Biasanya kue talam ini mulai sering ditemukan menjelang Ramadhan. Banyak yang menjajakan kue talam sebagai hidangan ta’jil untuk berbuka puasa.

Nagasari

Nagasari
Kue Nagasari atau Dalam Bahasa Jawa disebut Nogosari

Nagasari, keren ya namanya?!

Kue ini termasuk kue tradisional yang masih banyak ditemui di banyak tempat. Kue nagasari yang terbuat dari tepung beras ini berisi pisang di dalamnya. Biasanya pisang raja yang menjadi isian di dalamnya.

Kabarnya nagasari ini merupakan makanan khas dari Indramayu. Konon asal mula nagasari ini karena Indramayu merupakan daerah penghasil beras terbesar di Jawa Barat, sehingga beras bisa dibilang melimpah di sana. Lalu terpikirlah untuk menjadikan beras sebagai makanan lain selain nasi.

Tepung beras yang menjadi bahan utamanya dicampur dengan santan dan bahan-bahan lainnya, lalu dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus.

Kue Lapis

Kue Lapis
Kue Lapis berbeda dengan Lapis Legit

Kue lapis ini berbeda dengan lapis legit. Walaupun sama-sama memiliki banyak lapisan, tapi dari bahan dan cara pembuatannya berbeda.

Jajanan pasar yang satu ini masih cukup banyak ditemukan di berbagai tempat yang menjual kue. Tidak hanya di pasar, kue ini juga sudah bisa di temukan di toko ataupun minimarket atau supermarket yang banyak dimana-mana.

Kue ini terbuat dari campuran tepung beras, santan, tepung kanji, garam, gula pasir dan juga pewarna. Pewarna yang digunakan dalam pembuatan kue lapis ini biasanya adalah daun suji yang berwarna hijau, itu sebagai pewarna alaminya. Namun, kini sudah mulai jarang yang menggunakan pewarna alami dan beralih ke pewarna buatan.

Kue lapis dimasak dengan cara dikukus, berbeda dengan lapis legit yang biasanya dipanggang dalam oven. Setiap lapisannya dikukus hingga banyaknya lapisan yang diinginkan.

Kue Cucur

kue cucur
Kue Cucur Terbuat dari Tepung Beras

Kudapan yang satu ini sebenarnya sudah terkenal se-antero Asia Tenggara, ga cuma di Indonesia. Kalau di Thailand itu disebut khanom jujun (ขนมจู้จุน or จูจุ่น) atau khanom fak bua (ขนมฝักบัว), kalau bahasa Melayunya disebut kuih cucur. Sedangkan di Borneo Malaysia yaitu daerah Serawak, Sabah dan juga di Brunei Darussalam, kue cucur ini disebutnya Pinjaram.

Di Malaysia istilah cucur itu lebih bertujuan untuk menyebut cemilan yang digoreng. Sedangkan di Thailand sebelah Selatan kue ini seringnya dihidangkan saat upacara pernikahan dan juga festival.

Kalau di Indonesia yang terkenal adalah kue cucur versi Betawi, walaupun banyak yang terdapat di pasar tradisional. Di Betawi sendiri kue ini menjadi makanan adat, pada acara-acara di Betawi kue cucur ini biasa dihidangkan.

Kue Cucur dibuat dari adonan tepung beras yang juga dicampurkan gula aren, dimasak dengan cara digoreng. Kue cucur berbentuk bulat menggembung di bagian tengah, tipis di bagian pinggirnya.

Banyak kan ragam dari jajanan pasar?! 😀

Cobain deh berbagai macam jajanan pasar yang udah Pena Kecil bagiin di atas untuk kalian. Rasanya enak kok, ga kalah sama jajanan kekinian yang ada dimana-mana. Apalagi jajanan pasar ini kebanyakan adalah kue tradisional Indonesia.

Selain nikmat untuk dimakan, hal itu juga bisa menimbulkan rasa cinta terhadap tradisi dan juga budaya Indonesia. Kapan lagi meningkatkan rasa Nasionalisme dengan cara yang nikmat sampe kenyang? hehehe

Pena Kecil ga akan bosen untuk berbagi sama kalian kok. Semoga apa yang dibagikan di atas bermanfaat bagi kalian semua yaaa!

Wassalam…

%d blogger menyukai ini: