Pahlawan Revolusi, Para Korban dari Sejarah Kelam Pengkhianatan

Para pahlawan yang menjadi korban kekejaman pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI). Mereka menjadi Pahlawan Revolusi atas keberanian mereka melawan para pengkhianat.

Berbagai siksaan, ancaman, hingga akhirnya dibunuh ditempat yang terkenal dengan sebutan Lubang Buaya. Tepatnya daerah itu berada di Jakarta Timur. Yang sekarang sudah dibuat menjadi sebuah monumen dan museum.

Pemberontakan yang Mengorbankan para Pahlawan Revolusi

Hand Fist
Photo by Pixabay

Mungkin masih ada yang asing melihat kata Pahlawan Revolusi. Memangnya kapan Indonesia mengalami revolusi, hingga ada pahlawan yang disebut Pahlawan Revolusi?

Sebenarnya akar dari permasalahan ini adalah sebuah gerakan. Gerakan ini diprakarsai oleh Partai Komunis Indonesia. Atau yang biasanya peristiwa ini diingat dengan sebutan G30S/PKI.

Sebuah peristiwa yang sebenarnya adalah peristiwa kelam dari sejarah bangsa Indonesia. Saat itu terjadi pemberontakan PKI dengan menculik beberapa perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Peristiwa ini terjadi pada tanggal 30 September 1965 di Jakarta dan Yogyakarta.

Para perwira TNI gugur sebagai wujud perlawanan bangsa dari pemberontakan PKI. Karena perlawanan mereka, mereka dibantai secara kejam oleh PKI. Dan anggota tubuhnya dibuang secara tidak manusiawi ke dalam lubang pembuangan, yang biasa dikenal dengan lubang buaya.

Gugurnya para perwira TNI dianugerahkan pangkat Anumerta dan gelar Pahlawan Revolusi.

Penyebab Terjadinya Gerakan 30 September

PKI Pembunuh Pahlawan Revolusi
Rakyat Indonesia Menuntut Agar Dibubarkannya PKI

Gerakan 30 September ini dilakukan pada dini hari. Tujuannya adalah penculikan para perwira tinggi TNI AD. Penculikan para perwira tinggi TNI AD ini dilakukan oleh Pengawal Istana yang disebut Cakrabirawa.

Gerakan ini dilakukan karena berbagai isu yang muncul ke permukaan. Adanya isu kudeta Presiden Soekarno lah yang paling kuat dugaannya.

Para perwira tinggi TNI AD dianggap akan melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno.

Di awal tahun 1965, PKI menyarankan ide tentang Angkatan Kelima kepada Bung Karno dari tawaran perdana menteri RRC, yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Hal ini menimbulkan ketidak percayaan dan saling mencurigai antara ABRI dan juga PKI dan para petinggi Angkatan Darat tidak menyetujui akan hal tersebut.

Namun, PKI semakin lama semakin berusaha untuk memprovokasi, PKI juga menjadi sebab dari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dengan polisi dan militer. Para pemimpin PKI juga ikut menyusup ke dalam polisi dan tentara, membawa slogan “kepentingan bersama” polisi dan “rakyat”.

Pada bulan Agustus 1964, D.N. Aidit menyuruh semua anggota PKI untuk membersihkan diri dari “sikap-sikap sektarian“. Serta ia menghimbau kepada semua pengarang dan juga seniman sayap-kiri, untuk membuat “massa tentara” untuk subjek karya-karya mereka.

Di awal 1965 ribuan petani merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan dari PKI. Karena propaganda yang dilancarkan oleh PKI yang menyatakan, bahwa petani berhak atas setiap tanah negara, karena milik negara sama dengan milik bersama.

Kepemimpinan PKI semakin kuat dengan masuknya PKI ke dalam kabinet menteri. Namun di waktu yang bersamaan, para jenderal militer tingkat tinggi juga masuk ke dalam kabinet. Karena jabatannya di militer oleh Soekarno disamakan setingkat menteri.

Dengan masuknya PKI ke dalam kabinet, angkatan kelima semakin digencarkan untuk diwujudkan oleh PKI. Kepemimpinan PKI tetap berusaha untuk menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia.

Faktor dan Isu Terjadinya G30S

Menjelang terjadinya Gerakan 30 September, banyak isu-isu yang beredar. Dan juga dalam terjadinya G30S disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya akan dijelaskan Pena Kecil di bawah sini.

Faktor Malaysia

Petronas Twin Tower
Menara Kembar Merupakan Bangunan Ikonik di Malaysia

Pergolakan yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia, menjadi salah satu penyebab kedekatan Bung Karno dengan PKI. Saat itu Perdana Menteri Malaysia menginjak Garuda Pancasila yang merupakan lambang negara Indonesia.

Soekarno murka akan hal itu dan mengutuk tindakan Perdana Menteri Malaysia, Tunku Abdul Rahman yang menginjak Garuda Pancasila. Dan akhirnya Soekarno ingin melakukan balas dendam, dengan melancarkan gerakan yang dikenal dengan sebutan “Ganyang Malaysia!”.

Hal itu karena dianggap Malaysia telah menghina Indonesia secara umum. Namun, gagasan Soekarno ini ditanggapi dingin oleh para Jenderal Angkatan Darat pada saat itu.

Letjen Ahmad Yani tidak yakin bahwa akan menang menghadapi Malaysia yang mana disokong oleh Inggris. Ia tidak yakin bahwa saat itu para tentara Indonesia siap untuk peperangan, karena belum memadai dengan skala tersebut.

Di lain pihak, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Abdul Haris Nasution setuju dengan usulan Soekarno. Ia khawatir isu Malaysia ini akan dimasuki oleh PKI untuk memperkuat posisinya di dalam politik Indonesia.

Dengan kebimbangan dari pihak militer, akhirnya Soekarno yang merasa tidak didukung oleh tentara Indonesia berbelok mencari dukungan PKI. Soekarno mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya terhadap Malaysia.

PKI yang menjadi pendukung terbesar gerakan “Ganyang Malaysia” memiliki motif tersendiri. Jadi dukungan untuk kebijakan Soekarno itu tidak sepenuhnya idealis.

Dengan sikap tersebut Soekarno dianggap memihak kepada komunis. Namun Soekarno mendiamkannya karena masih membutuhkan kekuatan PKI pada saat itu. Tapi Soekarno melihat adanya ancaman dengan semakin besarnya PKI.

Dari sebuah dokumen CIA yang pernah bocor, percakapan antara Soekarno dengan pemimpin sayap kanan berisi “Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. Itu terserah kamu… Untukku, Malaysia itu musuh nomor satu. Suatu saat saya akan membereskan PKI, tetapi tidak sekarang”

Isu Dewan Jenderal

Isu tentang adanya Dewan Jenderal ini muncul pada saat-saat genting di bulan September 1965. Dewan Jenderal adalah kumpulan nama-nama Jenderal yang diduga akan melakukan kudeta terhadap Presiden.

Didalam isu tersebut ada susunan kabinet yang terdiri dari :

  • Jenderal A.H. Nasution
  • Letjen Ahmad Yani
  • Hadisubeno
  • Roeslan Abdulgani
  • Brigjen Ahmad Sukendro
  • Mayjen S. Parman
  • K.H. Rusli
  • Mayjen Ibrahim Adjie
  • Marsekal Madya Rusmin Nurjadin
  • Mayjen Pol. Yasin

Dalam isu tersebut diungkapkan bahwa adanya beberapa petinggi Angkatan Darat yang mau membelot dari Soekarno. Dan mereka merencanakan untuk menggulingkan Presiden Soekarno.

Namun, berdasarkan keterangan dari Panglima Angkatan Darat Letjen Ahmad Yani, kelompok ini bernama Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) bukan dewan jenderal. Dan berfungsi sebagai penasihat untuk bagian kenaikan pangkat dan jabatan dalam Angkatan Darat.

Menanggapi isu ini, Cakrabirawa yang dipimpin oleh Letkol Untung, melancarkan operasi penangkapan jenderal-jenderal yang menjadi target. Tindakan tersebut tidak semata-mata dilancarkan oleh Letkol Untung, namun ada andil dari doktrin PKI akan munculnya dewan jenderal yang akan melengserkan Soekarno.

Para jenderal yang tertangkap tersebut akhirnya diadili secara sepihak. Dengan dibawanya mereka ke Lubang Buaya yang berada di kawasan Pondok Gede, Jakarta. Para petinggi Angkatan Darat tersebut diinterogasi dan disiksa hingga dibunuh di sana.

Lubang Buaya, Tempat Monumen Para Pahlawan Revolusi

Sumur Maut Lubang Buaya
Sumur Lubang Buaya, Tempat Dibuangnya Mayat Korban G30S/PKI

Mendengar nama tempat ini menimbulkan berbagai rasa. Ada rasa marah, sedih, bahkan mencekam. Lokasi yang ada di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur ini menyimpan peninggalan sejarah kelam.

Sejarah kelam yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia. Dimana melawan saudara sendiri, bukannya negara lain yang menjadi musuh. Hal ini dikarenakan oleh pengkhianatan yang dilakukan PKI.

Lubang buaya menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September, tepatnya di tanggal 30 September 1965. Secara spesifik sumur lubang buaya ini terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Saat terjadinya Gerakan 30 September, lubang buaya merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia.

Lubang Buaya saat ini sudah menjadi sebuah kompleks museum. Museum lubang buaya ini dibangun dan diresmikan pada saat pemerintahan Presiden Soeharto. Tujuan didirikannya museum ini sebagai peringatan akan ancaman ideologi komunis. Dan juga untuk mengenang perjuangan para pahlawan revolusi.

Lubang Buaya yang sekarang sudah menjadi kompleks museum terdiri dari Monumen Pancasila Sakti, Ruang Penyiksaan, Ruang Teater, Museum Pengkhianatan PKI, Museum Paseban, Pos Komando PKI, Dapur Umum PKI, serta Sumur Maut yang memiliki kedalaman sekitar 12 meter dan memiliki diameter 75 cm.

Sumur Maut adalah tempat dikuburnya para Pahlawan Revolusi. Yang mana sumur maut tersebut menjadi asal muasal nama lubang buaya.

Para Korban dari G30S/PKI

TMP Kalibata
Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata

Dari pemberontakan yang terjadi pada saat itu, menimbulkan banyak kerugian. Selain kerugian dari materi, juga kerugian atas hilangnya jiwa-jiwa para pahlawan dan juga jiwa-jiwa yang seharusnya tidak menjadi tujuan dari para pemberontak.

Berikut adalah para korban dari keganasan PKI :

Jenderal Ahmad Yani

Pahlawan Revolusi, Ahmad Yani
Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Pahlawan Revolusi

Ahmad Yani adalah seorang Panglima Angkatan Darat pada saat itu. Dia diculik dan juga dibunuh oleh para pengkhianat.

Pada malam dini hari di tanggal 1 Oktober 1965, ada banyak orang di sekitaran rumah Ahmad Yani. Awalnya Yani hanya memiliki sebelas tentara yang ditugaskan untuk menjaga rumahnya. Namun pada seminggu sebelumnya, ada tambahan enam orang ditugaskan ke rumahnya untuk berjaga.

Saat para penculik datang dan masuk ke rumah Ahmad Yani, ia diberitahukan bahwa Presiden memintanya untuk datang menghadap. Namun, sebelum menyetujuinya ia meminta waktu untuk mandi dan berpakaian.

Permintaan itu ternyata tidak diberikan, lalu Ahmad Yani pun menjadi kesal dan menampar salah seorang prajurit. Ia mencoba untuk menutup pintu rumahnya, namun salah seorang penculik melepaskan tembakan yang membunuhnya saat itu juga.

Jasadnya dibawa ke Lubang Buaya dan dibuang ke dalam sumur.

Letnan Jenderal Suprapto

R. Soeprapto
Letnan Jenderal Anumerta R. Soeprapto

Letnan Jenderal Anumerta R. Soeprapto juga menjadi korban para pengkhianat, PKI. Dia juga ikut menjadi seorang pahlawan revolusi, yang dibunuh oleh PKI. Mayatnya juga ditemukan di dalam sumur di lubang buaya.

Letnan Jenderal Haryono

Letnan Jenderal Anumerta M.T. Haryono

Memiliki nama lengkap Mas Tirtodarmo Harjono, pahlawan satu ini lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 20 Januari 1924. Beliau adalah seorang yang terpelajar, dari awal ia menempuh pendidikan di ELS, lanjut ke HBS dan juga sempat masuk ke Ika Dai Gakko, yaitu sekolah kedokteran pada kependudukan Jepang. Namun, pendidikannya di Ika Dai Gakko ia tidak sampai tamat.

Pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, ia yang berada di Jakarta langsung ikut bergabung dengan pemuda lainnya. Ia bergabung untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal itu dilakukannya dengan masuk Tentara Keamanan Rakyat atau TKR.

Mulai dari TKR lah karir kemiliterannya berawal. Ia tidak menyelesaikan pendidikan di Ika Dai Gakko karena keinginannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ketika Jepang mundur keluar dari Indonesia ia langsung segera ikut berjuang dengan ikut TKR.

Di awal masa pengangkatannya ia menjabat sebagai Mayor. Haryono pun banyak memegang jabatan penting diantaraya, Sekretaris Delegasi Republik Indonesia, Sekretaris Dewan Pertahanan Negara, Wakil Tetap Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata, Sekretaris Delegasi Militer Indonesia dan lainnya.

Sayangnya, ia harus terbunuh di tangan PKI dan menyandang gelar seorang Pahlawan Revolusi.

Letnan Jenderal Siswondo Parman

Pahlawan Revolusi S. Parman
Letnan Jenderal Anumerta S. Parman

Pahlawan Revolusi yang bernama lengkap Siswondo Parman ini menjadi salah satu korban pengkhianatan PKI. Ia diculik dan dibunuh di Lubang Buaya, jasadnya disatukan ke dalam sumur tua bersama jasad-jasad jenderal yang lainnya.

Mayor Jenderal Pandjaitan

Pahlawan Revolusi D.I. Panjaitan
Mayor Jenderal Anumerta Donald Isaac Panjaitan

Donald Isaac Panjaitan lahir di Balige, Tapanuli, Sumatera Utara pada 19 Juni 1925. Biasa kita kenal dengan D.I. Panjaitan termasuk orang Batak Toba, karena marganya adalah Panjaitan. Ia juga menjadi korban yang ditemukan di Lubang Buaya bersama Jenderal yang lainnya.

Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Pahlawan Revolusi Mayjen Sutoyo
Mayor Jenderal Anumerta Sutoyo Siswomiharjo

Kapten Pierre Tendean

Kapten Tendean, Pahlawan Revolusi
Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean

Kapten Tendean adalah nama yang sering kita dengar. Namanya diabadikan menjadi nama jalan di Indonesia. Ia menjadi korban pengkhianatan PKI pada malam tanggal 30 September 1965.

Pada malam itu ia yang menjadi seorang ajudan dari Jenderal Ahmad Haris Nasution, terbangun mendengar suara tembakan dari luar. Ia segera beranjak keluar dan menuju keramaian. Nahas, ia ditangkap oleh para penculik dan dibawa ke Lubang Buaya untuk ditembak mati bersama jenderal yang lainnya.

Selain Tendean, puteri dari A.H. Nasution, Ade Irma Suryani Nasution juga ikut menjadi korban. Ia menjadi korban karena rasa cintanya kepada ayahnya. Dan juga karena kepolosannya yang tidak ingin ayahnya pergi saat itu.

Ade Irma harus terkena peluru panas yang dilancarkan para antek PKI itu guna melindungi ayahnya. Jenderal A.H. Nasution berhasil kabur dari para penculik dan selamat.

Selain nama-nama di atas, masih ada banyak korban-korban kekejaman pengkhianatan PKI. Para korban kekejaman PKI lainnya ialah :

  • AIP Karel Satsuit Tubun
  • Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo
  • Kolonel Sugiono
  • Ade Irma Suryani Nasution

Akhiran…

Mengutip dari perkataan Bapak Proklamasi Indonesia Ir. Soekarno “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah”. Sejarah itu penting untuk menjadi pelajaran, bukan menjadi orang yang gagal move on karenanya.

Tanpa sejarah, kita tidak bisa menghargai jasa para pahlawan yang telah berkorban untuk bangsa ini. Kalau bukan karena sejarah, Indonesia tidaklah menjadi bangsa yang MERDEKA!

Itulah yang bisa Pena Kecil bagikan untuk kalian semua. Semoga apa yang disampaikan di atas, akan bermanfaat bagi kalian semua yang membacanya ya! 😀

Wassalam…

%d blogger menyukai ini: