√ Perlengkapan Touring Untuk yang Senang Bersepeda [Lengkap]

Untuk kalian yang senang touring atau melakukan perjalanan, tentunya memerlukan perlengkapan touring agar perjalanannya lancar. Atau juga perlengkapan touring itu diperlukan ketika ada kendala dalam perjalanan.

Perlengkapan touring itu diperlukan untuk mendukung perjalanan. Touring pun ada berbagai macamnya, ada yang melakukannya untuk bersenang-senang ataupun keperluan lain. Ada yang menggunakan motor, mobil, atau juga sepeda.

Nah, untuk sekarang Pena kecil akan berbagi dengan kalian perlengkapan touring untuk yang senang bersepeda. Simak di sini ya! 😀

Spesifikasi Umum Perlengkapan Touring dengan Sepeda

Perlengkapan Touring dengan Sepeda
Perlengkapan Touring dengan Sepeda

Untuk spesifikasi umum dari perlengkapan touring dengan sepeda ada beberapa hal. Seperti rak di bagian depan dan belakang dengan desain yang khusus, agar bisa dipasang tas atau keranjang.

Tas dan keranjang yang terpasang pada sepeda ini untuk menunjang keperluan selama touring dilaksanakan. Seperti untuk membawa perlengkapan sepeda, alat-alat untuk memperbaiki sepeda ketika ada kerusakan, makanan, atau juga tenda.

Untuk mengakomodir perjalanan yang panjang, sepeda touring harus nyaman digunakan. Apalagi pada bagian sadel atau jok dan juga stang atau handlebar.

Ditambah lagi ada banyak jenis dari handlebar, pemilihan handlebar ini tergantung dari pesepeda itu sendiri. Karena kenyamanan berkendara setiap orang berbeda-beda. Ada yang suka tegak saat bersepeda, ada yang agak menunduk, dan juga ada yang lebih menyukai bersandar ketika bersepeda.

Frame Sepeda yang Cocok untuk Menunjang Perlengkapan Touring

Frame Sepeda Touring
Frame untuk Sepeda Touring | Source : rutlandcycling.com

Sepeda touring mungkin terlihat mirip dengan road bike jika menggunakan tipe drop handlebar. Namun, perbedaan besar dari sepeda touring ini memiliki wheelbase yang besar.

Lalu yang menjadi ciri khas sepeda touring adalah banyaknya tambahan yang terdapat pada frame. Maka dari itu, frame yang digunakan adalah frame yang memiliki tempat untuk meletakkan tambahan-tambahan tersebut.

Selain itu juga biasanya dilengkapi dengan fender, lampu, peralatan, suku cadang, dan juga tempat untuk meletakkan botol minuman. Lalu chainstay juga harus cukup panjang untuk meletakkan tas, tanpa tersentuh kaki dari pesepedanya.

Yang paling penting adalah struktur dari frame sepeda yang digunakan itu harus kuat serta aman. Karena akan digunakan untuk perjalanan yang jauh, dalam waktu yang lama dan juga membawa beban yang banyak.

Agar lebih mudah dalam perbaikan di perjalanan dan juga untuk daya tahan, sepeda touring memiliki frame yang terbuat dari baja. Untuk frame yang digunakan juga biasa terbuat dari bahan yang sama. Walaupun terkadang aluminium dan juga titanium digunakan sebagai bahan dari sepeda touring.

Ban Sepeda Touring

Ban sepeda touring
Ban untuk Sepeda Touring | bikepacking.com

Sepeda touring harus dilengkapi dengan ban yang kuat, yang akan bertahan dengan beban yang berat dan juga untuk melewati medan yang berat pula.

Pemilihan ban sepeda bisa jadi hal yang paling penting ketika membuat sepeda touring. Kualitas dari ban sepeda bisa menjadi faktor untuk touring yang bebas masalah.

Pelek

Bicycle touring rims
Pelek untuk Sepeda Touring | Source : cycletourstore.co.uk

Hampir semua pelek untuk sepeda touring terbuat dari aluminium. Pelek yang digunakan untuk touring harus dipilih berdasarkan dari berat pesepeda, beban bawaannya dan juga medan yang akan dilewati ketika touring nantinya.

Beban dari pelek yang bagus untuk digunakan touring itu sekitar 500-800 gram. Dan juga pelek yang digunakan harus memiliki konstruksi dinding ganda. Untuk lebar dari pelek ini beragam, jadi harus disesuaikan dengan ban yang akan digunakan.

Pemilihan dari pelek juga harus disesuaikan dengan rem yang akan digunakan. Jika ingin menggunakan rem tipe jepit atau bahasa kerennya cantilever brakesmaka harus menggunakan pelek yang memiliki dinding sisi untuk kampasnya.

Namun jika yang akan digunakan adalah tipe rem cakram, lebih bebas untuk menggunakan pelek yang mana saja.

Untuk penggunaan yang optimal, menggunakan pelek yang bisa menggunakan cantilever untuk rem cakram. Jika di perjalanan rem cakramnya rusak, maka akan lebih mudah dengan mengganti rem bertipe cantilever. Agar bisa langsung melanjutkan perjalanan lagi.

Spoke Holes

Bicycle spoke holes
Spoke Holes | Source : mtbr.com

Umumnya di Indonesia dikenal dengan sebutan lubang jari-jari. Pelek touring biasanya memiliki 32, 36, 40, atau 48 lubang. Yang menggunakan lubang 40 dan 48 hanya untuk yang kelas berat atau tandem. Untuk sepeda touring biasa, menggunakan yang 32 dan 36 sudah cukup bagus.

Jari-jari

Bicycle Spokes
Spokes / Jari-jari | Source : bricklanebikes.co.uk

Merk yang memiliki kualitas yang bagus seperti ‘DT Swiss’ dengan pola ‘three-cross’ ini dapat digunakan untuk sepeda touring. Jari-jari juga memiliki berbagai gauge (diameter jari-jari). Semakin tebal gauge nya, semakin kecil juga angka yang digunakan.

Ada tiga tipe jari-jari :

  1. Plain Gauge – diameternya dari ujung ke ujung sama.
  2. Single Butted – lebih tebal di bagian ujung hub daripada di ujung pelek.
  3. Double Butted – lebih tebal di kedua ujungnya dibandingkan tengahnya.

Bagian belakang sepeda merupakan bagian yang paling banyak menahan beban. Mulai dari beban pesepeda dan juga bawaannya. Biasanya mekanik sepeda yang sudah berpengalaman, akan merekomendasikan ban yang berbeda antara depan dan belakangnya.

Gear untuk Sepeda Touring

Gear sepeda dengan derailleur
Gear Sepeda | Source : aleoca.com

Biasanya sepeda touring menggunakan dérailleur gear dengan rasio yang lebar. Sering kali menggunakan gear yang rendah, di beberapa negara biasa disebut dengan granny gear. Gear tipe tersebut biasa digunakan untuk menanjak, dengan sepeda yang dipenuhi beban.

Sistem gear yang digunakan oleh sepeda touring biasanya mirip dengan yang digunakan oleh sepeda gunungGear yang digunakan memiliki triple chainring yang biasa ada pada MTB, sedangkan road bike umumnya hanya memiliki dua chainring.

Pada daftar katalog Raleigh’s tahun 1985, sepeda touring biasa menggunakan 14-32 gigi dengan 6 percepatan.

Internal-gear hubs dengan 5, 7, 8, 11, atau bahkan 14 gear rasio menjadi pilihan dalam beberapa tahun ini. Karena mereka mudah perawatannya dan juga lebih kuat. Ada beberapa keuntungan internal-gear hub dibandingkan dérailleur gear yang biasanya.

Jika menggunakan internal-gear hub, bisa memakai rantai yang lebih kuat agar bisa menggunakan kombinasi sprocket dan juga rantai tunggal. Yang kedua, penyebaran persnelingnya akan lebih merata, dimana hal itu tidak bisa dilakukan jika menggunakan dérailleur gear.

Rem yang Digunakan untuk Sepeda Touring

Cantilever brake
Rem Cantilever | cyclingabout.com

Sepeda touring biasa menggunakan tipe rem jepit atau cantilever brakes. Sebagai ganti dari rem caliper yang biasa digunakan di sepeda balap.

Rem tipe calliper ini kurang cocok karena harus menggunakan fender dan ban yang cukup lebar. Jika menggunakan rem ini, nantinya rem tersebut akan melebar dan tidak bisa digunakan untuk menghentikan sepeda.

Sepeda touring yang baru saat ini banyak yang menggunakan rem tipe cakram. Rem tipe ini dipilih karena kekauatannya dalam mengerem dalam keadaan basah dan berlumpur. Dan juga agar tidak membeli pelek luar.

Bagaimanapun juga, rem tipe cakram ini lebih rumit. Jika mengalami kerusakan ketika berada di area yang terpencil akan sulit. Ditambah dengan bebannya yang lebih berat dibandingkan rem tipe cantilever.

Dengan menggunakan rem cakram akan menambah tekanan pada jari-jari. Dimana hal itu akan menyebabkan ketahanan dari ban sepeda berkurang. Dengan demikian, sepeda touring ini menukar kecepatannya untuk kegunaan dan juga ketahanan.

Trailer untuk Perlengkapan Touring Menggunakan Sepeda

bicycle trailer
Trailer Merupakan Salah Satu Perlengkapan Touring | Source : biketouring.com

Sebagai ganti dari keranjang atau pannier, beberapa besepeda lebih memilih trailer untuk sepeda. Trailer ini lebih mudah untuk digunakan dan juga memungkinkan touring dengan sepeda yang tidak bisa dipasang rak.

Namun, trailer roda dua ini mengurangi manuver berkendara. Dan juga tidak cocok untuk touring dengan medan pegunungan atau permukaan yang tidak rata.

Lain halnya dengan trailer roda satu yang lebih baik untuk bermanuver. Namun, ban trailer ini sangat dekat dengan ban belakang. Tapi hal itu membuat berkendara menjadi lebih mudah, apalagi jika melewati jalur sempit pada medan yang sangat sulit.

Trailer ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan pannier. Karena sepeda itu sendiri tidak membawa beban lebih, kecuali di bagian belakang dengan tambahan as. Trailer itu sendiri bisa diisi beban hingga 70 kilogram.

Penutup

Perlengkapan touring menggunakan sepeda tidak cuma tas saja. Tapi perlengkapan sepeda juga harus diperhatikan. Agar touring berjalan dengan aman dan juga lancar.

Semoga apa yang Pena kecil bagikan untuk kalian bermanfaat ya. Sampai jumpa di lain kesempatan! 😀

Wassalam…

%d blogger menyukai ini: