Sepeda MTB | Sejarah, Pengertian, Ragam dan Fungsi [Lengkap]

Sepeda MTB — Men sana in corpore sano” maennya kesana makannya disono, bukan yang itu ya. Kalimat tersebut merupakan sebuah ungkapan latin yang artinya didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Lalu, Allah juga lebih suka mukmin yang kuat dibandingkan mukmin yang lemah. Masa kita ga mau disukain sama Allah SWT? Harus mau dong!

Gimana caranya biar bisa sehat dan kuat? Ya, dengan berolahraga dong pastinya. Dan jangan lupa juga shalat berjamaah di masjid bagi para muslimin. Karena yang Pena Kecil tau nih, para muslimin itu lebih baik shalat berjamaah di masjid dibandingkan di rumah, apalagi derajat orang yang berjamaah itu 27 kali lipat loh daripada shalat sendrian.

Salah satu cara agar sehat dan kuat yaitu dengan berolahraga sepeda. Selain sehat, sepeda merupakan kendaraan yang ramah lingkungan. Jadi kalo kalian sekolah, kuliah atau bekerja dengan bersepeda, udah kalian sehat, kalian beramal dengan mengurangi emisi di jalan. Go Green! 😀

Jangan merasa percuma, kalo kalian meniatkan semuanya itu karena Allah, maka ganjarannya akan sangat besar. Walaupun kalian yang bersepeda hanya segelintir di jalan raya, kalah dengan kendaraan bermotor lainnya.

Ngomong-ngomong tentang sepeda nih, Pena Kecil mau berbagi sama kalian tentang sepeda MTB nih. Pada tau kan sepeda MTB? Kalo masih bingung atau penasaran, simak terus disini ya! 😀

Sepeda Gunung atau Sepeda MTB

Sepeda MTB
Mountain Bike

Namanya ini sepeda gunung atau sepeda MTB, tapi populer juga di jalan raya. Karena sepeda jenis ini nyaman juga untuk digunakan di jalan biasa. Tapi sebenarnya tujuan dibuatnya dari sepeda ini untuk digunakan dalam medan yang berat.

Sepeda ini diperkenalkan oleh pesepeda di perbukitan San Fransisco pada tahun 1970. Pertama kali dipamerkan dalam acara New York Bike Show di tahun 1981. Padahal penemunya ini pesimis, ia menyatakan bahwa sepeda ini tidak akan pernah populer.

Namun kebalikan dari rasa pesimisnya, dalam kenyataannya 80% sepeda jenis ini terjual di Amerika Serikat. Sepeda yang pertama kali dinaiki hingga ke puncak gunung Kilimanjaro, juga dari jenis sepeda ini. Sejak saat itulah sepeda gunung atau MTB terkenal di dunia.

Sepeda MTB ini memiliki berbagai jenis. Namun, untuk ciri umumnya yaitu kebanyakan menggunakan shock breaker, ban yang digunakan adalah tipe ban yang memiliki kemampuan untuk mencengkeram tanah dengan baik dan juga kuat.

Sepeda jenis ini juga memiliki pengatur kecepatan. Biasanya tingkat kecepatan sepeda ini ada 18 hingga 30. Tingkat kecepatannya dihitung dari gear set yang dimiliki, biasanya sepeda gunung ini memiliki 3 gear depan atau crankset, juga 6 hingga 10 gear belakang atau cassette sprocket.

Tipe Frame atau Rangka dari Sepeda MTB

Frame Sepeda MTB
Frame dari Jenis Sepeda MTB

Frame adalah komponen utama dari sepeda MTB ini. Kalo yang ga ada framenya, itu namanya unicycle, yang biasanya dipakai untuk sirkus atau atraksi. Nah, tipe sepeda ini mempunyai empat jenis frame sebagai berikut :

Frame Rigid

Rigid Frame MTB
Tipe Sepeda Gunung dengan Frame Rigid

Untuk frame yang satu ini, kalo diartikan ke bahasa Indonesia artinya kaku. Jadi frame jenis ini ga ada suspensinya, baik di fork ataupun di bagian belakang frame. Sepeda dengan frame ini biasanya digunakan untuk cross country low end.

Hardtail Frame

Hardtail MTB
Polygon Xtrada yang ini Merupakan Jenis MTB dengan Frame Hardtail

Untuk yang hardtail ini kalo diartikan ke bahasa Indonesianya nih, artinya tuh ekornya keras. Jadi cuman depan atau bagian forknya yang ada suspensinya. Kalo frame sama bagian chain staynya sih kaku aja, ga ada suspensinya, lebih kaku daripada kane-bo kering.

Sepeda dengan jenis hardtail ini bisa digunakan di berbagai medan, di aspal yang halus laju, jalan beton enak, jalur tanah juga gowes teruuuuus. Jadi buat kalian yang suka Cross Country atau XC, jenis hardtail ini cocok buat kalian. Soalnya, tipe MTB yang satu ini ketika dikayuh lebih cepat mendapatkan momentum, sehingga dapat kecepatan yang maksimumnya ini jadi lebih gampang.

Soft Tail Frame

Soft Tail Frame Bike
Sepeda dengan Frame Soft Tail

Lalu ada sepeda dengan frame yang soft tail. Si ekor yang lembut ini, memiliki suspensi yang kecil di belakang yang biasa disebut elastomer. Suspensinya ini bekerja karena frame yang fleksibel, bukan karena pivot atau persendian. Sepeda dengan frame soft tail ini tidak memiliki pivot.

Sepeda ini kalo di gowes tuh mirip sama yang hardtail tapi lebih nyaman dan juga ringan macam yang pake full suspension. Pertama kali sepeda jenis ini diperkenalkan oleh KHS di tahun 1999, tipenya KHS Team Soft Tail.

Sayangnya, soft tail frame ini sudah mulai jarang dikembangkan, karena hanya memiliki travel belakang sekitar satu hingga empat inci yang terbilang pendek. Sedangkan travel belakang dari sepeda yang memiliki frame full suspension, sekarang ini bisa mencapai delapan inci.

Frame Full Suspension

Full Suspension Frame Bike
Sepeda dengan Frame Full Suspension, Sepeda Polygon Colossus

Udah sedikit disinggung tadi di atas tentang full suspension. Sepeda jenis ini mirip dengan yang soft tail barusan. Sepeda ini memiliki suspensi di bagian fork dan juga pada bagian chain stay. 

Kalo soft tail ini ga punya pivot, frame full suspension ini punya. Mekanisme dari si pivot ini berada di bagian chain stay, menghubungkan antara lower dan upper chain stay. Hal ini membuat ban belakang ini bisa ikut bergerak naik turun mengikuti kontur jalan yang dilewati.

Jika kalian itu sukanya ngegowes off-road atau di medan yang bertanah dan berbatu, sepeda full suspension ini mantap deh dipake ngegowesnya. Saat lagi gowes di medan yang berkontur off-road, sepeda ini meredam getarannya dengan suspensi yang ada pada fork dan juga di bagian belakang sepeda.

Untuk jenis sepeda yang ini, forknya itu biasanya lebih tinggi dibandingkan di bagian belakangnya. Supaya ketika menghadapi turunan yang curam, sepeda lebih mudah untuk dikendalikannya.

Ragam Fungsi dari Sepeda MTB

Downhill competition
Red Bull Rampage 2016

Kalo di atas tadi merupakan ragam sepeda MTB dari framenya, disini berbagai macam MTB yang digunakan berdasarkan fungsinya. Selain bersepeda yang cuman gowes doang, MTB dipakai ke berbagai medan. Bukan yang di Sumatera Utara itu ya hehe

Medan yang bisa dilalui MTB ini mulai dari aspal yang halus, jalan beton yang kuat, jalanan tanah yang berbatu, hingga jalur yang extreme!

Nah, MTB yang digunakan disini dibagi menjadi beberapa jenis menurut fungsinya. Apa saja itu? Baca di bawah sini ya! 😀

Dirt Jump (DJ)

Dirt jump
Kompetisi untuk Dirt Jump Red Bull Dreamline

Mulai dari yang ini nih, Dirt Jump ini awalnya dirancang buat anak gaul perkotaan. Selain jadi kendaraan sehari-hari, naik sepeda yang buat DJ ini enak dibawa ngebut. Tapi selain fungsi yang biasa itu tadi, sepeda ini digunakan buat melakukan berbagai atraksi.

Atraksi yang dilakukan ini mirip sama apa yang dilakukan pake sepeda BMX. Mulai dari trotoar dipakai untuk jadi rintangan, tangga dan lain sebagainya. Bisa dibilang, DJ ini BMX yang bertumbuh gede hehehe

Nama lain dari sepeda ini adalah urban MTB atau Trial.

Free Ride (FR)

Free Ride
Free Ride

Sepeda yang digunakan untuk Free Ride ini dirancang agar bisa melakukan lompatan tinggi atau drop off . Karena rangkanya yang kuat, sepeda jenis ini bisa melewati kondisi medan yang ekstrim.

Namun ada kekurangan dibalik kelebihannya, rangkanya memang kuat tapi bobotnya lebih berat dibandingkan jenis sepeda yang lain. Kalo buat ngegowes jauh pake sepeda ini, apalagi lewatin tanjakan sama turunan. Kalian harus kuat kawan hehehe

Cross Country (XC)

XC Competition
Kompetisi Cross Country

Kalo dari namanya sih harusnya udah ada bayangan lah untuk sepeda yang ini. Sepeda jenis ini dirancang untuk bepergian jauh, namun tidak melewati jalan yang terlalu ekstrim. Jadi ya cuma di jalan aspal atau jalan tanah yang berbatu sedikit masih aman lah.

Jenis sepeda yang satu ini biasanya memakai frame hardtail ataupun rigid. Jadi, sepeda yang digunakan untuk XC ini hanya mempunyai suspensi pada forknya. Tidak ada suspensinya sama sekali, menggunakan frame rigid juga masih bisa digunakan untuk XC.

Untuk sepeda jenis XC ini buat kalian yang Bike to School, Campus atau Work, aman digunakan untuk keseharian kalian. Karena desainnya ini optimal dan juga efisien, untuk digowes di tanjakan, gowes di jalan aspal ataupun jalan tanah yang biasa ada di kampung juga bisa.

Untuk yang biasa bepergian jauh, sepeda ini bisa diandalkan kok. Dan buat yang mau nyobain MTB, mulai dari XC aja dulu.

Sepeda XC yang menggunakan hardtail frame ini memiliki travel dari fork nya antara 80 hingga 120 mm. Buat kalian yang mau pake fork nya FR sih ga disaranin, kalo mau coba sih silahkan aja, Pena kecil ga nanggung ya hehe

Trail XC

XC Trail
Trail XC

Trail XC ini merupakan perkembangan dari sepeda XC yang di atas tadi tuh. Sepeda ini lebih baik untuk digunakan off-road dibanding sepeda XC.

Secara bentuk, sepeda trail ini ga beda dengan sepeda yang cross country kok. Yang membedakan lagi dari sepeda cross country adalah suspensi forknya yang memiliki travel lebih besar, biasanya ukuran dari suspensinya yaitu antara 120 hingga 140 mm.

All Mountain atau Enduro

AM Bike
Enduro atau All Mountain (AM)

Untuk sepeda All Mountain ini bisa digunakan pada jalur perpaduan antara downhill ringan dan juga XC. Sepeda ini memiliki ketahanan yang baik dan juga kenyamanan saat gowes sepeda ini di jalur off-road ini juga baik. Maka dari itu sepeda ini juga memiliki nama lain yaitu Enduro.

Memang desain dari sepeda ini memang dibuat agar bisa digowes di jalur off-road jarak jauh, seperti masuk ke hutan, naik turun bukit, dengan jalan yang berupa tanah dan berbatu. Untuk melakukan pendakian gunung atau menuruni turunan yang cukup terjal, sepeda ini cocok lah. Soalnya panjang dari suspensinya ini optimal.

Sepeda ini memiliki double suspension di depan dan juga belakang. Untuk suspensi depan yaitu di fork, travelnya  sekitar 140 sampai 160 mm. Sedangkan untuk suspensi yang di belakang atau kerennya itu rear suspension panjangnya sekitar 6 inci.

Jadi buat kalian yang tertantang naik gunung dengan cara yang anti mainstream, gowes aja pake sepeda jenis ini sampe puncak. Asal latihan dulu ya 🙂

Downhill

DH Bike
Downhill

Downhill artinya turun bukit. Dari namanya udah menjelaskan fungsinya. Yup! Fungsi dari sepeda ini untuk menanjak menuruni bukit.

Tapi ga cuma bukit sih, sepeda ini juga mampu untuk menuruni turunan terjal yang ekstrim. Soalnya sepeda ini memang dibuat untuk tujuan itu. Sepeda ini memiliki suspensi ganda atau sering dibilang double suspension. Suspensinya yang ganda ini berguna untuk meredam benturan yang terjadi ketika sedang menuruni lereng bukit.

Selain fungsinya untuk meredam benturan, fungsi lainnya ini agar dapat menikung dengan kecepatan tinggi dan stabil. Peredamannya yang baik dan handling nya yang baik di tikungan pada kecepatan tinggi, sepeda ini sama seperti FR bobotnya ini berat.

Jadi sepeda ini nyamannya sih buat turunin lereng atau turunan yang ekstrim, dipake buat nanjak gunung sih kalo kalian kuat aja. Para downhiller aja ngebawa sepedanya ke atas itu ga digowes sepedanya, tapi ditumpangin ke atas mobil hehe

Begitulah yang bisa Pena kecil bagikan untuk kalian semua. Semoga kalian tertarik untuk hidup sehat dengan bersepeda ya.

Wassalam 😀

%d blogger menyukai ini: