5+ Wisata Purwakarta dan Makanannya yang Wajib Kalian Coba!

Wisata Purwakarta — Dalam sebulan itu ada sekitar 30 sampai 31 hari, hanya ada satu bulan yang harinya paling banyak adalah 29 hari. Itu juga dalam empat tahun sekali yang disebut tahun kabisat.

Jika kita dalam seminggu berkegiatan selama lima sampai enam hari. Sebulan ada empat minggu, itu berarti kita berkegiatan selama 24 hari dalam sebulan. Libur cuma sekitar seminggu dalam sebulan.

Butuh pake banget yang namanya piknik, biar otak ga panik!

Bingung piknik kemana? Sedangkan kalo weekend puncak pasti rame, Bandung udah penuh juga kalo sabtu-minggu sama plat B

Gausah down laaaaahhhhh. Ada satu daerah sebelum Bandung, ga semacet Puncak, bahkan bisa dibilang lancar deh lalu lintasnya. Ga bikin kalian mumet di jalan.

Dimana kah tempat itu?

Pena Kecil akan kasih tau sama kalian satu daerah yang enak buat wisata dan juga kulineran disini.

Kabupaten Purwakarta

Stasiun Purwakarta
Stasiun Purwakarta, Bisa dijadikan Tempat Selfie dengan Tamannya yang Indah

Sebenernya sih kalian gausah bingung atau nunggu, toh di judul kan udah diketik sama Pena Kecil hehehe 😛

Tempat piknik yang mau Pena Kecil kasih tau sama kalian adalah Purwakarta. Wisata Purwakarta mulai populer ke khalayak banyak beberapa tahun kebelakang. Setelah pemugaran Situ Buleud oleh Kang Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta yang menjabat saat itu.

Sebelum ke wisata Purwakarta nih, Pena Kecil mau kasih tau ke kalian tentang Purwakarta ini dulu. Biar kalian pas berangkat ke sana, banyak taunya dan kemungkinan terhindar dari kebingungannya tinggi hehe

Purwakarta adalah daerah yang berada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten Purwakarta ini letaknya ada di sebelah tenggara Jakarta, jaraknya sekitar kurang lebih 80 km. Jadi kalo kecepatan berkendara kalian itu 80 km/jam, berarti secara teori kalian akan sampai di Purwakarta selama satu jam berkendara.

Letak Kabupaten Purwakarta ini berbatasan dengan Kabupaten Subang di sebelah Timur, Kabupaten Karawang di sebelah Utara, Kabupaten Cianjur di sebelah Barat Daya, dan Kabupaten Bandung Barat di sebelah Selatannya.

Sebenarnya Purwakarta ini berada di titik temu jalur utama yang strategis. Purwakarta dilintasi oleh jalur mudik Utara dan jalur mudik Selatan.

Letak pusat pemerintahan Purwakarta awalnya berada di Wanayasa, pada tahun 1834 berpindah ibukota ke Sindang Kasih dan juga pemberian nama Purwakarta dilakukan saat itu.

Nama Purwakarta berasal dari dua suku kata, yaitu “purwa” yang artinya permulaan dan “karta” yang memiliki arti ramai.

Di setiap tahunnya, dilakukan napak tilas dari Wanayasa ke Sindang Kasih untuk memperingati kepindahan ibukota kabupaten ini pada tanggal 20 Juli.

Purwakarta memiliki semboyan yang terdiri dari tiga kata yaitu Wibawa Karta Raharja. “Wibawa” memiliki arti berwibawa, “Karta” yang berarti ramai atau hidup, dan “Raharja” yang artinya keadaan yang makmur atau sejahtera. Jadi jika semua kata digabung dan diartikan, Purwakarta ini adalah daerah yang memiliki wibawa dan ramai serta rakyatnya hidup dengan sejahtera.

Itulah sekilas tentang Kabupaten Purwakarta, sekarang kita ke tujuan utamanya…

Buat yang kalian yang ngerasa kurang piknik, yuk baca dibawah ini tentang wisata Purwakarta.

Destinasi Wisata Purwakarta

Photo by Pixabay

Ada berbagai macam tempat wisata yang ada di Purwakarta. Wisata Purwakarta, terdiri dari berbagai tempat wisata yang pastinya juga ada wisata kulinernya.

Penjelasannya akan dijabarkan sama Pena Kecil di bawah sini 🙂

Wisata Purwakarta yang Menawarkan Berbagai Pesona

Wood
Photo by Pixabay

Begitu besar Kuasa dari Allah SWT. dan Purwakarta beruntung mendapat limpahan Rahmat dan Rezeki-Nya dengan alam yang indah. Maka dari itu, Purwakarta memiliki berbagai wisata yang menarik karena alamnya.

Selain wisata alamnya, orang kreatif di Indonesia juga membuat Purwakarta jadi lebih menarik. Dengan wisata buatan yang ada di Purwakarta.

Pena Kecil bakal kasih tau untuk kalian di sini 🙂

Air Terjun Curug Cipurut

Curug Cipurut
Curug Cipurut, Wisata Purwakarta yang Terletak di Tengah Gunung Burangrang

Air terjun atau kalau dalam bahasa Sunda disebut curug, merupakan salah satu destinasi wisata. Nah, curug juga ternyata menjadi salah satu destinasi wisata Purwakarta loh!

Namanya Curug Cipurut. Air terjun ini berada di Kabupaten Purwakarta, yang tepatnya ada di Kampung Cileungsing, Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa. Curug Cipurut ini masih berada dalam Kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang.

Dan letak pastinya lagi sih Air Terjun Curug Cipurut ini berada di tengah-tengah Gunung Burangrang. Dikarenakan berada dalam kawasan cagar alam, suasana asrinya masih terjaga, Alhamdulillah belum tersentuh tangan-tangan serakah.

Nama Curug Cipurut ini didapatkan karena zaman dahulu ada sebatang pohon jeruk purut di antara air terjun tersebut. Namun, jenisnya berbeda dengan purut yang lainnya. Jeruk purut yang ada di pohon itu tidak bisa dikonsumsi.

Curug Cipurut ini dikelola oleh para warga setempat secara swadaya. Awalnya, curug ini hanya dinikmati oleh warga sekitar curug cipurut saja. Namun, sekitar tahun 2005 kemahsyuran Curug Cipurut ini tidak bisa terbendung lagi. Mulai datang para wisatawan dari luar kawasan ke Curug Cipurut ini.

Akhirnya, karena minat para wisatawan, kawasan ini pun diberlakukan registrasi untuk pemeliharaan. Tiket masuknya sekitar Rp 5000 perorang.

Selain hanya berbasah-basahan di curug, para pengunjung juga ada yang mendirikan tenda untuk berkemah. Apalagi pada hari sabtu dan minggu, kawasan sekitar curug ramai dijadikan lokasi perkemahan.

Badega Gunung Parang

wisata purwakarta badega gunung parang
Badega Gunung Parang, sumber ig : @gunungparang_badega

Ada yang suka panjat tebing? Bagi kalian yang suka olahraga yang menantang adrenalin, wisata purwakarta yang satu ini sangat cocok buat kalian. Badega Gunung Parang yang berada di Kabupaten Purwakarta ini tempat yang pas buat panjat tebing.

Selain panjat tebing, di Gunung Parang ini juga cocok untuk berkemah ataupun mendaki gunung. Lokasinya ada di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

Untuk sekarang ini, di sana sudah ada “Hotel Bergantung”. Jika kalian berada di hotel bergantung itu, kalian akan mendapatkan pemandangan alam Purwakarta yang the best. Soalnya kalian akan meliat mulai dari pegunungan, bahkan kalian juga bisa melihat Waduk Jatiluhur dari sana.

Kabarnya sih hotel bergantung yang ada di Gunung Parang itu adalah yang pertama, di Indonesia dan juga di Asia. Jangan khawatir, untuk keamanannya udah berstandar internasional kok. In syaa Allah, kalian ga terguling pas tidur di sana hehe

Gunung Parang memiliki ketinggian sekitar 1.000 mdpl, apalagi treknya ini vertikal yang mana sangat menantang bagi para climbers. Ruangan hotelnya itu tergantung pada ketinggian 900 meter. Badega Gunung Parang ini bukan hanya dikenal oleh orang Indonesia, tapi namanya sudah tersohor sampai ke kancah internasional.

Para pendaki dan pemanjat tebing dari Jepang, Belanda, bahkan Inggris sudah mengenal keindahan gunung tersebut. Untuk peminat dari hotel bergantung yang ada di Gunung Parang ini juga sudah sampai ke luar negeri.

Tapi kalo buat kalian rock climbing masih standar aja, kalian juga bisa mencoba tyrolean traverse. Tyrolean traverse merupakan olahraga ekstrem yang memompa adrenalin. Olahraga ini dilakukan dengan cara meniti seutas tali di ketinggian dari satu titik ke titik lainnya.

Kalo dipikir-pikir, olahraga ini khusus untuk para profesional. Tapi tidak untuk di Badega Gunung Parang. Siapa saja bisa melakukannya, tidak harus profesional yang terlatih.

Selain itu, karena ini tidak dikhususkan untuk profesional, di sana bisa disiapkan hammock juga. Walaupun kamu “deg-degan” saat meniti tali di atas ketinggian, kamu bisa menikmati ditengah-tengahnya. Menikmati pemandangan alam dari ketinggian, sambil bersantai di hammock. Dan juga semua keamanannya udah sesuai standar, jadi kamu ga perlu terlalu khawatir.

Situ Wanayasa

Situ Wanayasa
Uniknya Situ Wanayasa, Terdapat Pulau di Tengahnya

Situ yang dimaksud disini bukan menunjukkan tempat ya, situ yang ini adalah bahasa Sunda yang artinya danau. Jadi “Situ Wanayasa” adalah “Danau Wanayasa”. Danau ini merupakan danau alam, bukan danau buatan. Luasnya sekitar 7 ha, berada pada ketinggian 600 mdpl dan ditengahnya ada pulaunya.

Letak Situ Wanayasa ini berada di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, sebelah Tenggara Purwakarta, yang jaraknya sekitar kurang lebih 23 km. Jadi ga terlalu jauh dari pusat kota Purwakarta.

Karena letaknya yang berada pada daerah yang tinggi, jadi udaranya sejuk, apalagi latar belakang pemandangannya adalah Gunung Burangrang. Makin mantap deh pikniknya kalo kesini, udah sejuk udaranya, mata juga sejuk dengan pemandanga yang ada.

Oiya, karena Situ Wanayasa ini adalah danau alam, semuanya itu sudah ada karena kehendak Allah SWT. Bukan dibuat dari tangan manusia. Pulau yang ada di tengahnya itu, di sana ada makam dari RA. Suriawinata yang merupakan pendiri Purwakarta, seorang Bupati Karawang ke-9. Beliau meninggal di tahun 1827.

Kalau kalian tadi baca soal Curug Cipurut, nah letaknya itu ga jauh dari Situ Wanayasa ini. Sekitar lebih kurang 3 km ke arah Selatan Wanayasa.

Situ Wanayasa
Foto Situ Wanayasa pada tahun 1930-an

Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur
Bendungan Ir. H. Djuanda, atau lebih dikenal dengan Waduk Jatiluhur

Kalau tadi Situ Wanayasa terbentuk karena kejadian alam, waduk Jatiluhur ini adalah buatan manusia. Waduk yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta ini nama aslinya adalah Waduk Ir. H. Djuanda.

Waduk Jatiluhur ini masih menjadi bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 1957. Pembangunan ini dilakukan oleh kontraktor asal Perancis yaitu Compagnie Française d’entreprise. Waduk Jatiluhur ini juga merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia loh!!!

Nama yang diambil dari Perdana Menteri Republik Indonesia ini merupakan penghormatan dari jasa-jasa yang beliau lakukan. Ir. H. Djuanda memperjuangkan pembiayaan untuk pembangunan Bendungan jatiluhur ini. Perjuangannya ini dibantu oleh Ir. Sedijatmo.

Waduk Jatiluhur ini tercipta dengan pengorbanan dan biaya yang besar. Pengorbanannya ini adalah ditenggelamkannya 14 desa yang memiliki penduduk yang berjumlah sekitar 5000 orang. Namun pengorbanan itu menghasilkan manfaat yang sangat besar hingga saat ini.

Selain memiliki fungsi irigasi yang mengalirkan air ke seluruh masyarakat di sebagian pulau Jawa, waduk Jatiluhur ini memiliki fungsi yang lain. Bendungan Jatiluhur ini memiliki 6 unit turbin dan daya yang terpasang sebesar 187 MW. Dengan turbin tersebut, menghasilkan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh per tahun.

Kegunaan lain dari Bendungan Ir. H. Djuanda ini sebagai budidaya perikanan, pengendali banjir dan juga air baku minum. Budidaya yang berada di waduk ini adalah budidaya ikan keramba jaring apung. Nikmatnya nih, kalian bisa langsung beli ikan disana dan langsung dimasak di sana!

Situ Buleud atau Taman Sri Baduga

Situ Buleud
Atraksi Air Mancur Menari di Situ Buleud pada Malam Hari

Bulat adalah bentuk dari danau ini. Dari situlah nama Situ Buleud berasal. Sekarang Situ Buleud memiliki nama lain yaitu Taman Sri Baduga. Pada masa kepemimpinan Dedi Mulyadi, Situ Buleud dipugar, dipagar dan diubah menjadi jauh lebih baik dan menarik.

Menurut sejarah, Situ Buleud merupakan tempat mandi atau berendam yang disebut dalam bahasa Sunda “pangguyangan” binatang badak. Lalu pada masa kolonial Belanda dijadikan untuk tempat peristirahatan.

Pada tahun 1930-an, Situ Buleud yang tadinya hanya kubangan besar tempat mandinya badak dibenahi. Situ Buleud dibenahi oleh sang pendiri RA. Suriawinata untuk digunakan sebagai cadangan air bagi kawasan pemerintahan dan masyarakat sekitar.

Sekarang, tidak hanya tampilannya yang menarik dengan tata letak tanaman-tanaman yang menjadi lebih indah, Situ Buleud bisa dibilang menjadi tujuan utama untuk wisata Purwakarta.

Di Situ Buleud sekarang ada penampilan di setiap akhir pekan, yang menjadi acara utamanya adalah air mancur menari. Situ Buleud sekarang memiliki air mancur yang benar-benar menarik. Ada sekitar 1000-an selang air mancur disekeliling Situ Buleud. Dan fokus utamanya ada di 30-an selang air yang bertekanan tinggi, selang ini bisa “menari” mengikuti irama musik.

Ditambah, selain atraksi dari air mancur menarinya, ada juga penampilan dari para penari. Lalu sekarang ada performance lampu yang semakin membuat meriah acara di Situ Buleud.

Wisata Purwakarta yang Bikin Kenyang Perut dan Memuaskan Selera

Kalo kalian piknik, yang jadi ciri khas pada gambar-gambar yang dicari di Google, yang muncul adalah gambar alas dan juga berbagai makanan. Jadi kalo cuma jalan-jalan doang ke berbagai tempat, ga piknik namanya.

Di Purwakarta ada makanan khas yang terkenal. Selain makanan khas, Purwakarta juga punya oleh-oleh buat jadi bukti kalo kalian udah piknik ke sana hehe

Pena Kecil kasih tau nih tentang semua itu di sini 😀

Sate Maranggi

Sate Maranggi
Tempat Kuliner di Purwakarta yang Jarang Sepi

Di berbagai daerah di Indonesia, sering kita jumpai para penjual sate. Ada yang menjual sate kambing, sate ayam, sate bakso dan beragam sate-sate lainnya.

Nah, di Purwakarta ini selain kalian berwisata alam dan hiburannya, perut kalian juga harus terhibur dong. Ada satu makanan khas Purwakarta yang udah terkenal banget di kalangan pecinta kuliner. Namanya adalah Sate Maranggi.

Sate maranggi ini di Purwakarta ada banyak yang menjualnya. Walaupun sate maranggi ada juga di Cianjur, yang ada di Purwakarta ini memiliki khas tersendiri. Yang membedakan antara sate maranggi Purwakarta dan Cianjur ini adalah cocolannya.

Sate maranggi ada dua jenis, ada yang sate kambing dan juga sate sapi. Ada beberapa tempat terkenal di Purwakarta akan sate marangginya. Yaitu Cibungur dan juga Plered.

Kuliner Wisata Purwakarta Khas Cibungur

Sate Maranggi Cibungur
Sate Maranggi Haji Yetti yang Bertempat di Cibungur

Di Cibungur, kalian harus mengunjungi sate maranggi Haji Yeti. Tempatnya ga pernah sepi setiap harinya. Terus, setiap tahun semakin bertambah luas tempatnya. Apalagi, suasananya masih cukup ok lah, berada di dekat kebun Jati, cukup rimbun dan sejuk.

Kalau di Cibungur ini, bumbunya simpel. Bumbu satenya itu cuma sambel tomat terus dikasih kecap.

Rasa sate maranggi yang di Cibungur ini manis dan gurih. Tempat ini rame banget deh, sehari itu menghabiskan daging hingga hitungan kwintal. Kalau pas hari-hari libur, kamu HARUS pake BANGET sabarnya. Soalnya tempatnya itu pasti bakalan LUBER, bukan cuma penuh. Apalagi kalo pas bayar itu antriannya PARAH!!!

Pas kamu masuk tempat ini, udah berjejer tuh tempat bakarnya. Udah tempat buat bakar satenya itu panjang, dikasih kipas yang gede-gede pula buat bantu ngipas si sate itu. Manja deh satenya -_-

Eh, bukan manja… Itu saking banyaknya sate yang harus di masak dalam sehari. Kalo cuma ngandelin tangan orang doang mah kamu bakalan lemes di sana. Lama banget matengnya kalo cuma dikipas manual tangan manusia doang.

Kampoeng Maranggi di Plered

Sate Maranggi Plered
Sentral Sate Maranggi di Depan Stasiun Plered

Beda lagi kalau di Plered, di sana ada tempat yang bernama “Kampoeng Maranggi”. Di sana adalah tempat sentral atau pusatnya sate maranggi. Plered ini memang salah satu daerah yang banyak penjual makanan ini. Agar memudahkan para wisatawan, akhirnya “Kampoeng Maranggi” diciptakan.

Letak dari tempat ini tepatnya ada di halaman Stasiun Kereta Api Plered. Yang daya tampungnya cukup untuk 120 pedagang maranggi. Selain untuk memudahkan para wisatawan untuk menemukan makanan khas ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta memang sengaja menyediakan tempat ini untuk para pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan berkeliling. Agar teratur dan terpusat, jadi memudahkan bagi yang menjual ataupun yang membeli.

Simping

Simping
Simping Kaum merupakan Oleh-oleh khas dari Purwakarta

Udah jalan-jalan ke berbagai tempat di Purwakarta yang membuat kita ga berhentinya mengucap Alhamdulillah, tanda rasa syukur kepada Allah SWT. Lalu menikmati hidangan khas Purwakarta yang membuat perut kenyang,jiwa pun tenang.

Tinggal pulang deh… Eh, tunggu dulu! Oleh-olehnya udah belum?

Kalo kalian pulang tanpa oleh-oleh, nanti kalian dianggap HOAX sama temen kalian kalo kalian udah pernah ke Purwakarta.

Pena Kecil kasih tau nih sama kalian tentang oleh-oleh khas Purwakarta yang satu ini nih. Namanya Simping.

Simping ini bisa dinikmati sama semua orang. Kalo kalian vegetarian, kalian bisa menikmatinya, soalnya simping ga mengandung hewani. Kalian lagi diet? Simping ini low fat dan bebas kolesterol karena ga digoreng. Buat yang omnivora, kalian pasti bisa menikmatinya lah, kan pemakan segala yang baik untuk dimakan hehe

Oleh-oleh khas dari Purwakarta yang satu ini merupakan sebuah camilan sehat, yang terbuat dari tepung tapioka yang dicampur dengan berbagai macam rempah dan buah-buahan.

Kalo kalian mau beli simping ini kalian bisa ke Kampung Kaum, sentra pembuatan simping. Simping khas Purwakarta ini bernama Simping Kaum karena bertempat di Kaum.

Tepatnya kampung Kaum ada di Jalan Baing Marzuki, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta Kota. Ga jauh dari alun-alun Purwakarta, cuma beberapa ratus meter dari Taman Sri Baduga kok.

Simping ini awalnya cuma memiliki rasa kencur, tapi dengan perkembangan zaman dan hasil ide kreatif orang Purwakarta, sekarang sudah memiliki berbagai rasa.

Ada rasa bawang, nanas, durian, stroberi, pandan hingga nangka. Harga simping juga ga menguras kantong kalian kok. Mulai dari Rp 12.000 aja kalian udah bisa bawa pulang oleh-oleh khas Purwakarta ini.

Itulah banyak macam wisata Purwakarta, mulai dari wisata yang bikin seneng mata sampai wisata yang bikin perut ikutan bahagia hehe

Jadi, udah nentuin kapan berangkat piknik ke Purwakarta? Semoga yang Pena Kecil bagiin bisa jadi tujuan piknik kamu ketika libur tiba yaaaa 😀

Ikuti terus update-an yang ada di Pena Kecil, Wassalam… 🙂

%d blogger menyukai ini: