Domba Merino | Penjelasan, Kriteria, Perkembangan dan Sejarah [Lengkap]

Domba Merino — Kalian pasti sudah familiar dengan Shaun the Sheep. Itu loh, film kartun anak-anak yang pemeran utamanya adalah seekor domba. Domba cerdik yang selalu punya akal di setiap kesempatan.

Tapi apa kalian tau, si Shaun itu sebenarnya domba jenis apa sih? Ciri ciri yang dimiliki oleh si Shaun itu beda dengan domba yang sering kita lihat di sekitar. Berbeda dengan yang biasa kita lihat pas Idul Adha.

Jenis Shaun itu adalah jenis domba yang biasa dikenal dengan nama Domba Merino. Belom tau apa itu domba merino? Simak yang Pena kecil jabarkan untuk kalian di bawah sini! 😀

Domba Merino

Domba Merino
Source: Pixabay

Jenis domba yang satu ini cukup jarang ditemukan di Indonesia. Lebih seringnya kita menemukan domba Garut, domba ekor bulat, ataupun domba priangan. Untuk domba merino ini jarang sekali ditemukan di sekitaran kita.

Wajar, karena domba jenis merino ini lebih banyak dijumpai di luar negeri. Karena di Indonesia belum banyak yang bisa memanfaatkan wolnya. Karena untuk saat ini pasaran Indonesia lebih banyak membutuhkan daging domba dibandingkan wol.

Selain itu, di Indonesia belum ada yang bisa mengolah wol dari domba. Maka dari itu, domba merino cukup sulit dijumpai di Indonesia. Mungkin sekalinya ada, hanya untuk dimanfaatkan daging dan juga keperluan edukasi.

Oiya, domba ini juga salah satu jenis domba yang berpengaruh dalam sejarah dan juga perekonomian loh. Karena harga wolnya yang sangat mahal.

Domba ini pertama kali dikembang-biakkan di Extremadura, yaitu di bagian barat daya Spanyol, pada sekitar abad ke-12. Walaupun dia ini merupakan seekor domba, tapi dia ikut berperan serta dalam perkembangan ekonomi Spanyol pada abad ke-15 dan 16.

Pada saat itu, Spanyol memonopoli perdagangan dari domba merino ini. Itulah kenapa sebabnya domba ini berperan dalam perkembangan ekonomi dari negara Spanyol.

Namun setelah abad ke-18, perkembangan dari domba jenis ini jauh semakin baik di New Zealand dan Australia. Dimana dari kedua negara inilah yang menyebabkan munculnya Merino modern.

Hingga hari ini, Merino masih termasuk domba yang memiliki kualitas terbaik dan wol paling lembut diantara domba yang lainnya.

Merino dari Sisi Etimologi

Pengertian Komputer secara Etimologi
Source: YouTube

Kalau untuk dari sisi etimologi, Merino dari bahasa Spanyol ada dua arti. Yaitu penjelasannya ada di bawah ini :

  • Mungkin penamaan domba ini merupakan adaptasi sebutan dari inspektur dari orang Leon yang merupakan merindad. Yang juga merupakan seorang penggembala domba. Sebutan ini merupakan sebutan dari abad pertengahan di Spanyol untuk seorang kepala desa, yang berasal dari kata maior yang memiliki arti “lebih besar”.
  • Bisa juga diambil dari nama suku Imazighen, Marini atau di dalam bahasa Spanyol disebut dengan Benimerines. Dimana suku Imazighen merupakan suku yang mengintervensi semenanjung Iberia pada abad ke-12 dan 13.

Karakteristik Domba Merino

Merino Sheep

Jenis domba ini memiliki karakteristik yang bagus, sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan. Dan biasanya domba ini dikembang biakkan untuk pemanfaatan wolnya. Untuk dagingnya pun masih bisa dikonsumsi, hanya saja untuk ukuran karkasnya lebih kecil atau lebih sedikit dibandingkan dengan domba pedaging.

German Merinofleischschaf, South African Meat Merino (SAMM) dan American Rambouillet, sudah mencoba untuk mengembang biakkan domba merino dengan hasil yang beda.

Jika biasanya domba jenis merino itu memang tujuan utamanya untuk dimanfaatkan wolnya, mereka mencoba untuk menyeimbangkan keduanya. Mereka mencoba untuk menyeimbangkan kualitas produksi wol dan juga karkasnya. Agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Namun, Merino sekarang ini sudah mulai didomestikasi. Lalu cara-cara pengembang biakkan sekarang ini membuat domba ini tidak bisa membuat mereka bertahan, jika tanpa pemangkasan oleh pemiliknya.

Minimal, satu tahun sekali domba ini harus dipangkas. Kenapa harus rutin dilakukan pemangkasan pada domba ini?

Jawabannya adalah pertumbuhan wol mereka tidak pernah berhenti. Jika diibaratkan manusia, kalo tidak dipangkas ya bakalan gondrong. Tapi efeknya akan beda kalau manusia memiliki rambut gondrong.

Kalo Merino ini tidak dipangkas wolnya, maka akan menyebabkan stress karena kepanasan memiliki wol yang gondrong, mobilitasnya terhambat, bahkan bisa menyebabkan kebutaan loh pada si Merino. Kan kasian jadinya. D:

Sejarah Domba Merino

Domba Merino Terbaik
Pemenang Sydney Sheep Show tahun 1905

Domba ini sudah pasti bukan domba asli Indonesia. Merino ini merupakan domba yang berasal dari luar negeri.

Para penduduk Phoenicia memperkenalkan domba dari Anatolia atau biasa dikenal dengan nama Asia Minor, ke Afrika Utara. Domba Merino ini kemungkinan sudah diperkenalkan di Spanyol pada saat abad ke-12. Dan diperkenalkan oleh para Marinids, yang merupakan suku Berbers atau Amazighs.

Meskipun ada laporan yang menunjukkan ada perkembang biakkan di semenanjung Iberian. Hal itu bahkan sebelum kedatangan para Marinids. Mungkin ini berasal pada saat para pemungut cukai dari Kerajaan León, menagih dengan wol, jerk, dan juga keju, ke sana.

Para peternak dari Spanyol mengenalkan para peternak Inggris dengan ternak mereka, untuk mengembangkan Merino pada sekitar abad ke-13 dan 14. Pengaruh ini didokumentasikan oleh para penulis Spanyol pada saat itu.

Spanyol menjadi ternama berkat hasil wolnya yang bagus dan memonopoli hasil wol diantara abad ke-12 dan 16. Perdagangan wol ke Flanders dan Inggris, menjadi sumber pendapatan bagi kerajaan pada abad pertengahan akhir.

Kebanyakan ternak itu dimiliki oleh para bangsawan atau gereja. Biasanya pada musim dingin domba itu digembala di dataran selatan Spanyol. Jikalau saat musim panas digembala di dataran tinggi utara.

Mesta merupakan organisasi khusus para pemilik domba yang mengembangkan pembiakkan dan juga mengendalikan migrasi di sepanjang Cañadas, yang merupakan tempat yang cocok untuk menggembala.

Pengeksporan Merino Keluar Spanyol

Cap Ekspor
Sumber : Pixabay

Sebelum abad ke-18, aktifitas ekspor Merino dari Spanyol merupakan sebuah tindak kriminalitas, bisa diganjar dengan hukuman mati. Karena pada abad ke-18 domba Merino dimonopoli oleh Spanyol, maka di negara lain untuk persediaan wol diambil dari sebagian kecil ekpor Merino dan domba lokal.

Pada tahun 1723, beberapa pernah di ekspor ke Swedia. Namun, pengiriman secara besar dari Escurial yang pertama kali dikirim oleh Charles III dari Spanyol untuk sepupunya.

Pangeran Xavier yang memerintah di Saxony, dikirimi Merino oleh sepupunya Charles III dari Spanyol di tahun 1765.

Pengeksporan selanjutnya dari Escurial ke Saxony terjadi pada 1774, ke Hungaria pada tahun 1775 dan yang menuju ke Prussia terjadi pada tahun 1786. Mulai dari situlah, pengeksporan dari Spanyol merambah ke banyak negara di Eropa.

Namun sayangnya, pada saat perang Napoleon, hampir melenyapkan industri Merino di Spanyol. Hingga akhirnya pada tahun 1810 dan selanjutnya, penempatan Merino dipindahkan ke Jerman, Amerika Serikat dan juga Australia. Akhirnya setelah perang Napoleon, Saxony mencabut perihal pelarangan ekspor Merino hidup.

Masuknya Domba Merino ke Amerika Serikat

Patung Liberty
Sumber: Pixabay

Domba Merino pertama kalinya diperkenalkan ke Amerika Serikat, yaitu di Vermont pada tahun 1802. Hal ini mengakibatkan siklus boom-bust untuk wol, harga wol saat itu mencapai 57 sen/pound ( 1 pound = 453.592 gram) di tahun 1835.

Pada tahun 1837, di sana jadi ada sekitar 1.000.000 domba. Dimana hal itu membuat harga wol yang tadinya tinggi, cukup terjun bebas hingga menyentuh angka 25 sen/pound pada akhir 1840-an.

Karena Vermont tidak dapat menahan persaingan yang lebih efisien dari negara bagian lainnya, akhirnya penggemukan di sana mengalami keruntuhan.

Masuknya Merino ke Australia

Sydney Opera House
Sumber: Pixabay

Sekitar 70 domba lokal, hanya cocok untuk dimanfaatkan dagingnya. Domba-domba tersebut berhasil bertahan menuju Australia dengan armada pertama Inggris, yang berlabuh di akhir Januari 1788.

Beberapa bulan kemudian, kawanan ternak tersebut menyusut menjadi 28 domba betina dan satu pejantan.

Pada 1797, Gubernur King, Kolonel Patterson, Kapten Waterhouse dan Kent membeli domba di Cape Town dari jandanya Kolonel Gordon, yang seorang kepala asrama Belanda. Ketika Waterhouse berlabuh di Sidney, ia menjual dombanya ke Kapten John MacArthur, Samuel Marsden dan Kapten William Cox.

Kualitas Wol

Gulungan Wol
Sumber: Pixabay

Wol Merino merupakan wol yang halus dan lembut. Serabut dari wol Merino ini memiliki panjang dari 65 – 100 mm (2,6 – 3,9 inch). Saxon Merino biasanya memproduksi sekitar 3 -6 kg (6,6 – 13,2 lb) wol per tahun. Sedangkan Peppin Merino jantan yang berkualitas baik bisa memproduksi wol hingga 18 kg (40 lb).

Biasanya diameter dari wol merino kurang dari 24 micron (µm). Untuk berbagai tipe wol Merino terdiri dari : strong (broad) wool (23 – 24,5 µm), medium wool (19,6 – 22,9 µm), fine (18,6 – 19,5 µm), super fine (15 – 18,5 µm), ultra fine (11,5-15 µm).

Wol tipe ultra fine ini cocok untuk dipadu padankan dengan serat kain lain seperti sutera dan kasmir. Selandia Baru memproduksi rajutan yang terbuat dari wol Merino dan bulu Possum.

Istilah merino ini banyak digunakan pada industri tekstil. Namun, istilah itu tidak bisa diartikan bahwa kain yang dimaksud adalah 100% wol merino dari keturunan Merino yang dikembang-biakkan khusus untuk wolnya.

Wol domba Merino, baik yang diternak di Spanyol atau di tempat lainnya, dikenal sebagai “merino wool”. Namun, tidak semua domba merino menghasilkan wol yang cocok untuk menghasilkan wol yang cocok untuk pakaian.

Tidak semua jenis wol bisa digunakan untuk pakaian yang bisa dipakai langsung tanpa “daleman” atau langsung terkena kulit. Hanya wol dari jenis perkembang-biakkan tertentu yang bisa digunakan.

Untuk Merino yang memang dikembang-biakkan untuk dagingnya, tidak menghasilkan bulu domba dengan bahan pokok yang cukup baik untuk dibuat pakaian.

Jadi untuk pemanfaatan wol, harus dari ternak domba kualitas terbaik. Tidak sembarangan jenis domba dan juga wol bisa digunakan untuk pembuatan pakaian.

Penutup

Sekian dulu, yang Pena kecil bagikan dengan kalian tentang jenis domba yang satu iniTernyata domba jenis ini memiliki manfaat yang tidak Kita sangka loh.

Nah, semoga apa yang Pena kecil bagikan sama kalian di atas bermanfaat bagi kalian yaaa. Stay terus di Pena kecil untuk informasi menarik lainnya. Saatnya Pena kecil pamit… 😀

Wassalam…

%d blogger menyukai ini: