Harapan

Hanya sebuah pengandaian yang dijalani setiap harinya.

Bukanlah suatu usaha untuk mencapainya.

Menatap langit ketika siang menjelang senja.

Mencoba tuk berselimut ketika malam tiba.

 

Pengandai yang hanya berangan.

Selalu punya harapan di hari depan.

Namun selalu dihindarinya pekerjaan.

Dan inginkan lebih pendapatan.

 

Apa yang harusnya dilakukan?

Tak berjalan, hanya bisa berdiam.

Tak berkata, hanya cukup bergumam.

Menghela napasnya sembari ludah ditelan.

 

Dunia ditempatinya.

Akhirat tak diingatnya.

Hanya melihat dimana pijakannya.

Tak mau pikir dimana ia akan selanjutnya.

 

Aku seorang pengharap, yang hanya bisa jadi pengangguran.

Pendosa riang, yang hilang jalan.

Betapa riuh ajakan setan, agar lupa larangan Tuhan.

Dan tak ingin berada kembali memahami Ajaran.

 

Bodoh memang hanya menjadi seorang pengharap.

Sampai-sampai enggan menghadap.

Padahal Allah Maha Pengampun.

Jika mahluk-Nya memang menginginkan tuk dosanya dapat ampun.

 

Rendah tak bisa jadi tinggi.

Tapi beda yang Allah sudah katakan, maka bisa terjadi.

Menyesal lah manusia yang tidak bertaubat dengan datang ke hadapan.

Karena pendosa masihlah mendapatkan HARAPAN

 

I’m H!

%d blogger menyukai ini: