9+ Jenis Sapi di Indonesia dan Dunia [Lengkap+Gambar]

Penjelasan Tentang Berbagai Macam Jenis Sapi

Jenis Sapi Ternak — Di Indonesia yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya, cocok untuk dijadikan perkebunan dan juga peternakan. Banyak daerah di Indonesia yang ada peternakannya.

Berbagai jenis hewan ternak ada di Indonesia. Biasanya peternakan di Indonesia merupakan peternakan untuk pangan. Seperti halnya kambing, ayam, domba, ikan, dan juga sapi.

Nah, kali ini Pena kecil akan berbagi dengan kalian tentang berbagai jenis sapi yang dijadikan ternak di Indonesia dan juga di berbagai belahan dunia. Mau tau apa saja jenisnya? Simak di sini! 😀

Apa itu Peternakan?

Peternakan Sapi
Salah Satu Jenis Peternakan adalah Peternakan Sapi

Loh, kok jadi peternakan?

Santai dulu, sebelum kalian mengetahui tentang berbagai jenis sapi, apa kalian udah tau apa itu peternakan? 😀

Di sini Pena kecil mau kasih tau sedikit informasi ke kalian nih tentang peternakan.

Jadi, peternakan itu merupakan sebuah tempat yang dimana di dalamnya ada sebuah aktifitas. Aktifitasnya adalah perkembangbiakkan dan juga budidaya dari hewan ternak.

Selain itu, di dalam peternakan sering juga dijadikan tempat untuk penelitian. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan juga meningkatkan kualitas dari ternak yang dipelihara di dalam peternakan tersebut.

Mengapa ada peternakan?

Peternakan dibuat agar lebih mudah mendapatkan manfaat dan juga hasil dari hewan ternak. Selain itu, peternakan dibuat untuk mencari keuntungan dari hewan ternak. Tentunya dengan berbagai penerapan prinsip-prinsip yang optimal.

Sejak Kapan ada Peternakan?

Jenis sapi
Sumber : Google | Kawanan Sapi di Padang Rumput

Dimulainya sistem peternakan sekitar ribuan tahun lalu. Kemungkinan terjadi perkembangan saat masa Neolitikum. Pada saat itu, kebanyakan orang sudah tidak hidup berpindah-pindah (nomaden) dan menetap di suatu daerah.

Awalnya, domba, kambing dan sapi diburu hanya untuk mendapatkan dagingnya. Setelah adanya peternakan, bukan hanya daging yang dimanfaatkan, tapi kulit, wol dan juga susunya diambil untuk dimanfaatkan dan dikonsumsi.

Selain memanfaatkan hasil hewani, manusia pada saat itu juga sudah mulai memanfaatkan tenaga dari hewan ternak. Baik itu digunakan untuk membajak tanah ataupun dijadikan alat transportasi.

Karena sebelum adanya peternakan, hal itu dimulai dengan adanya domestikasi. Yaitu menjinakkan binatang-binatang liar. Dimulai dengan domestikasi anjing, domba dan juga kambing.

Ciri Khas Setiap Daerah di Indonesia dalam Beternak

Peternakan sapi tradisional
Sumber : Google | Peternak Sapi Tradisional di Indonesia

Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing dalam beternak. Di daerah yang dekat dengan perkotaan, cara beternak sudah mulai dengan segala aktifitas di kandang.

Mulai dari pemeliharaan, perawatan, pemberian pakan, dan lain-lain. Berbeda dengan daerah yang masih jarang penduduk. Seperti di daerah Timor Tengah Selatan.

Daerah Timor Tengah Selatan, para peternak masih melepas hewan-hewan ternak yang mereka miliki. Hewan ternak yang mereka miliki masih dibiarkan mandiri dengan cara dilepas di padang rumput saat siang hari.

Di daerah-daerah di Pulau Jawa, masih menggembala ternak yang mereka miliki. Tapi sudah banyak juga para pemilik ternak tersebut mencari rumput untuk ternak mereka. Ternak yang mereka miliki sudah mulai tidak digembala.

Sejarah dari Berbagai Jenis Sapi

Sejarah berbagai jenis Sapi
Sejarah Sapi Potong | Sumber : Google

Jika dilihat dari sejarahnya, seluruh bangsa sapi yang ada di dunia ini kemungkinan besar berasal dari bangsa Homacodontidae. Asal mula sapi ini kemungkinan dijumpai pada zaman Palaeocene. Di saat zaman Pliocene ditemukan jenis primitifnya di India, Asia.

Dari jenis primitif ini berkembang hingga menghasilkan tiga kelompok nenek moyang sapi. Kelompok nenek moyang ini berasal dari sapi hasil penjinakan.

Namun, awal mula penjinakan sapi yang dilakukan oleh manusia ini tidak ada yang tahu pasti. Walaupun sudah dicari dari beberapa literatur yang ada.

Tetapi jika hanya dari kabar, konon di Mesir pada tahun 8.000 SM sudah dikenal tentang pemeliharaan sapi. Sedangkan di Asia dan juga Eropa baru ada sekitar tahun 6.000 SM.

Tiga kelompok sapi tersebut yakni :

  1. Bos Indicus atau dikenal dengan Sapi Zebu, perkembangannya hingga saat ini ada di India, Asia.
  2. Bos Taurus atau Sapi Eropa, sampai sekarang masih mengalami perkembangan di dataran Eropa.
  3. Bos Sondaicus atau nama lain dari Bos Banteng, yang hingga saat ini masih bisa dilihat di Pulau Jawa, di derah margasatwa seperti di Ujung Kulon.

Dari tiga kelompok nenek moyang sapi tersebut, berhasil mengalami perkembangan, baik secara alamiah maupun dengan bantuan manusia. Hingga dari hasil perkawinan maupun persilangan menurunkan bangsa-bangsa sapi modern.

Adapun hasilnya merupakan tipe-tipe dari sapi yang sekarang populer dijadikan ternak. Baik tipe potong murni, tipe perah, tipe potong-kerja maupun tipe potong perah.

Jenis Sapi Lokal

Dengan banyaknya jenis sapi, ada beberapa jenis sapi yang dikembang biakkan di Indonesia. Sehingga sapi sapi tersebut bisa dibilang menjadi jenis sapi lokal. Sapi sapi yang ada di bawah ini merupakan jenis sapi lokal.

Penjelasan secara lebih rinci ada di bawah sini 😀

Sapi Bali

Gambar Sapi Bali
Gambar dari Sapi Bali | Sumber : Google

Sapi yang merupakan keturunan dari Bos Banteng atau dikenal dengan nama lainnya Bos Sondaicus ini berhasil dijinakkan. Selain itu, sapi ini juga mengalami perkembangan yang pesat di Pulau Bali. Jenis sapi bali ini termasuk jenis sapi lokal yang ada di Indonesia.

Jenis sapi Bali yang asli memiliki bentuk dan juga karakteristik yang mirip dengan Banteng. Yang membedakannya adalah ukuran dari jenis sapi bali ini relatif lebih kecil. Hal itu didapatkan dari pengaruh penjinakan.

Karakteristik dari Sapi Bali

Dalam usia pedet, jenis sapi Bali memiliki warna cenderung sawo matang. Sedangkan pejantan dewasa, lebih cenderung berwarna hitam dan letak dari tanduknya sedikit berada di bagian luar kepala. Berbeda lagi dengan betina dewasa yang berwarna merah bata dan agak ke dalam dari kepala posisi tanduknya.

Kebanyakan dari jenis sapi Bali memiliki warna putih di bagian kaki, berawal dari sendi tarsus dan carpus ke bawah sampai batas kuku. Walaupun sapi Bali memiliki ciri khas warna seperti penjelasan di atas.

Lalu ada ciri khas lainnya yang terdapat di bagian muka. Di bagian belakang pelvis, terlihat batas yang jelas pertemuan bulu mengarah ke dalam dan ke luar pada bibir bawah, tepi daun telinga, bagian dalam telinga dan juga pada pinggiran punggung terdapat garis hitam pada jenis sapi Bali ini.

Sapi Madura

Gambar sapi madura
Sumber : Cinunuk Indah Farm | Gambar dari Sapi Madura

Tidak jauh dari pulau Bali jika dilihat di peta, ada juga jenis sapi lokal yang lainnya. Sapi itu adalah jenis Sapi Madura. Nah, sapi ini merupakan hasil kawin silang antara Bos Indicus dengan Bos Sondaicus.

Mulai dari tahun 1910, jenis sapi Madura ini sudah diusahakan kebakuannya dalam perkembangannya di Indonesia agar menjadi jenis sapi lokal. Hasil dari usaha berikut menghasilkan keturunan yang memiliki karakteristik yang seragam dan juga akhirnya dikenal dengan nama sapi Madura.

Karakteristik Sapi Madura

Tanduk pada kepalanya melengkung ke bagian depan, melingkar bulat membentuk seperti sabit. Lalu warna kulitnya coklat atau merah bata yang diwarisi Bos Sondaicus dan punuknya yang kecil merupakan warisan dari Bos Indicus.

Ada juga keunggulan dari jenis sapi Madura ini seperti mudah diternakkan dimana saja, pemeliharaannya mudah, ketahanan terhadap penyakit baik, dan juga pakan berkualitas rendah bisa diberikan pada sapi ini.

Sapi Brahman 

Gambar dari Sapi Brahman
Gambar Sapi Brahman | Sumber : Google

Sapi keturunan dari Bos Indicus yang berhasil dijinakkan di India ini mengalami perkembangan pesat di Amerika Serikat. Pada tahun 1849, jenis sapi Brahman ini diekspor ke Amerika Serikat.

Di sana jenis sapi Brahman diseleksi dan juga diteliti dengan waktu yang cukup lama. Hal itu dilakukan untuk mengembangkan genetika dari jenis sapi Brahman ini.

Wajar saja, hingga saat ini sebagian besar bibit dari jenis sapi Brahman diekspor ke berbagai negara dari Amerika Serikat. Hingga akhirnya, jenis sapi tersebut masuk ke Indonesia sejak tahun 1974.

Karakteristik Sapi Brahman

Punuk dari sapi jenis ini besar dan juga ia memiliki kulit longgar yang banyak lipatannya. Lipatannya ini mulai dari bawah leher dan juga perut. Hal tersebut merupakan ciri khas dari sapi keturunan Bos Indicus.

Selain itu, sapi ini memiliki telinga yang menggantung dan juga kulit yang bergelambir mulai dari rahang bawah hingga ke bagian ujung tulang dada di bagian depan. Warna sapi ini putih keabu-abuan dan ada juga yang berwarna merah.

Jika dipelihara dalam lingkungan tropis seperti Indonesia, sapi ini termasuk yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Jenis sapi Brahman ini tahan dengan gigitan caplak karena kulitnya memang tebal. Jadi cocok menjadi jenis sapi lokal.

Sapi Brahman betina bisa mencapai bobot 500 kg dan yang jantan bisa mencapai bobot sekitar 600 kg. Berat tersebut merupakan berat hidup rata-rata sapi Brahman.

Sapi Grati

Untuk sapi yang satu ini merupakan keturunan dari Bos Sondaicus. Yaitu sapi yang berkembang di Pulau Madura dan Pulau Jawa. Sapi ini merupakan hasil perkawinan antara sapi yang berkembang di kedua pulau tersebut dan akhirnya dikenal dengan nama sapi Grati.

Karakteristik Sapi Grati

Sapi ini berwarna merah bata atau coklat, terkadang ada yang putih dan juga hitam. Warnanya mirip seperti sapi Bali.

Sapi Ongole

Gambar Sapi Peranakan Ongole (PO)
Sumber : Cinunuk Indah Farm | Gambar Sapi Peranakan Ongole

Sapi Ongole merupakan keturunan dari Bos Indicus, yaitu sapi yang berhasil didomestikasi di India, sama seperti sapi Brahman. Dan sapi ini masuk ke Indonesia mulai sekitar abad ke-19.

Sapi Ongole ini dikembangkan di Pulau Sumba dengan cukup baik, karena hal itu nama sapi tersebut dikenal juga dengan sapi Sumba Ongole.

Lalu ada juga keturunannya yang bernama sapi Peranakan Ongole atau yang disingkat sapi PO. Sapi tersebut merupakan hasil dari persilangan sapi Ongole murni yang dikawinkan dengan betina yang berasal dari jenis sapi asli Indonesia yaitu sapi Jawa.

Karakteristik Sapi Ongole

Ciri khas dari sapi Ongole adalah punuk dan kulit yang longgar. Kulit longgar tersebut memiliki banyak lipatan di bawah leher dan juga perut, juga telinganya panjang dan menggantung.

Tanduk nya pendek, bahkan hampir tidak terlihat. Yang membuat sapi ini unik adalah tanduk sapi betinya lebih panjang daripada pejantannya. Mata sapi ini besar dan juga memiliki temperamen yang tenang.

Jenis Sapi Terbesar

Selain jenis sapi lokal, ada juga jenis sapi lain yang dikembang biakkan di Indonesia. Sapi sapi tersebut merupakan jenis sapi terbesar yang ada di dunia. Untuk lebih lengkapnya apa saja sapi tersebut?

Simak uraiannya di bawah ini! 😀

Sapi Limousine

Gambar sapi limousine
Sumber : Cinunuk Indah Farm | Gambar dari Sapi Limousine

Bos Taurus merupakan asal muasal dari sapi Limousine. Dan ia berhasil dikembang biakkan dan juga didomestikasi di Perancis. Sapi ini dominan berwarna merah, rambutnya mulus dan di bagian kepala tumbuh agak lebat.

Bentuk tubuh dari sapi ini memanjang, bagian paha dan pinggulnya besar namun di bagian perut agak mengecil. Bobot rata-rata pada pejantan bisa mencapai 850 kg atau lebih, sedangkan betina 650 kg.

Jenis sapi ini menjadi pilihan untuk dijadikan sapi kurban. Itu dikarenakan bobotnya yang bisa sangat berat dan juga bentuknya yang besar menjadikannya menarik. Harga jenis sapi ini juga biasanya berbeda dengan jenis sapi lokal.

Biasanya sapi jenis ini dijadikan pilihan hewan kurban para pejabat negara dan orang-orang yang berkecukupan. Pernah ada sapi Limousine yang mencapai bobot hingga lebih dari 850 kg.

Sapi Simmental

Gambar sapi simmental
Gambar dari Sapi Simmental | Sumber : Google

Keturunan dari Bos Taurus lainnya adalah sapi Simmental. Untuk jenis yang ini berasal dari daerah Simme di Swiss. Namun perkembangan yang lebih baik ditunjukkan di benua Amerika, Selandia Baru (New Zealand) dan juga Australia.

Sapi Simmental merupakan tipe pedaging dan juga sapi perah. Bobot hidup rata-rata dari sapi simmental jantan bisa mencapai satu ton, bahkan lebih. Sedangkan yang betina dewasa bisa mencapai 800 kg.

Dan info menarik lainnya adalah sapi ini sudah diternakkan di Indonesia loh! Tepatnya sudah diternakkan di daerah Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sapi Hereford

gambar sapi hereford
Gambar dari Jenis Sapi Hereford

Sapi Hereford termasuk ke dalam jenis sapi potong dan merupakan keturunan dari Bos Taurus yang didomestikasih di Inggris, tepatnya di daerah lembah Hereford, Wales. Perkembangan dari sapi ini cukup pesat dimulai dari masuknya sapi ini di Amerika Serikat pada tahun 1817.

Biasanya sapi ini memiliki warna merah di bagian badan. Namun, bagian muka, dada, perut bagian bawah dan ekor umumnya berwarna putih. Sapi ini ada yang memiliki tanduk dan ada juga yang tidak memiliki tanduk.

Berat rata-rata sapi ini untuk betina yang berumur 2 tahun bisa mencapai 725 kg dan yang jantan bisa mencapai 900 kg.

Sapi Aberdeen Angus

Gambar sapi angus black angus
Gambar dari Sapi Angus

Keturunan lainnya dari Bos Taurus yaitu adalah sapi Aberdeen Angus atau biasa disebut sapi Angus. Sapi ini dikembang biakkan untuk tujuan diambil dagingnya atau biasa disebut sapi potong.

Nama dari sapi ini diambil dari asalnya, yaitu Aberdeenshire dan Angus yang berada di bagian timur laut Skotlandia.

Karakteristik Aberdeen Angus

Warna dari sapi ini biasanya hitam, hanya biasanya berwarna putih di bagian ambing atau udder yaitu bagian tubuh sapi yang diperah. Namun ada juga sapi Angus yang berwarna merah yang biasa disebut Red Angus.

Tanduk dari sapi ini tidak ada, tubuhnya cukup rata berbentuk hampir seperti balok. Daging dari sapi Angus ini merupakan daging yang baik. Hasil itu didapatkan dengan perawatan yang baik.

Sapi jenis ini biasa dijadikan sapi wagyu yang dikenal dengan daging yang seperti marmer. Dengan kelas terbaiknya adalah A5. Negara yang menjadikannya wagyu adalah Jepang, perawatan dari sapi di sana sangat spesial demi mendapatkan daging terbaik.

Berat badan dari sapi ini bisa mencapai 850 kg untuk pejantan dan 550 kg untuk betinanya.

Penutup

Peternakan merupakan sebuah cara manusia untuk bertahan hidup. Dimulai sejak ribuan tahun lalu dan kemungkinannya berkembang pada masa Neolitikum. Ketika manusia sudah mulai menetap dan sudah adanya domestikasi.

Sapi yang ada di Indonesia ada berbagai macam jenis. Ada yang menjadi konsumsi sehari-hari, adapula yang diternakkan untuk event tertentu. Seperti sapi jenis Limousin biasanya populer untuk dijadikan sapi kurban di Indonesia.

Peminat dari sapi Limousin biasanya para pengusaha, pejabat atau presiden. Sapi yang eksklusif dengan perawatan yang juga berbeda dengan sapi lain yang umum di Indonesia.

Segitu dulu yang bisa Pena kecil bagikan sama kalian tentang jenis sapi. Semoga apa yang ada di atas bermanfaat bagi kalian semua, baik yang membaca, yang sekalian ngeshare ataupun yang sekedar copy-paste.

Pena kecil pamit! 😀

Wassalam…

%d blogger menyukai ini: