Apa itu Aqiqah? Pengertian Aqiqah Beserta Hukum Aqiqah Ada di Sini!

Pengertian Aqiqah — Bagi setiap orangtua, memiliki anak atau keturunan merupakan sebuah kebahagiaan. Baik itu memiliki anak laki-laki ataupun perempuan, tidak menjadi masalah. Memiliki anak dan keturunan masih menjadi sebuah kebanggaan bagi orangtua.

Namun, ada yang harus dilakukan oleh orangtua muslim ketika mereka memiliki anak. Setiap orangtua yang memiliki anak dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah. Karena aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah.

Bagi Anda yang masih belum mengetahui atau masih bingung tentang aqiqah, disini Pena kecil akan berbagi dengan Anda. Pengertian aqiqah menurut bahasa dan pengertian aqiqah menurut istilah, hukum aqiqah, aqiqah menurut islam.

Waktu pelaksanaan aqiqah, aqiqah pada saat dewasa, tujuan aqiqah. Aqiqah anak, aqiqah anak laki-laki, aqiqah anak perempuan. Doa aqiqah, perbedaan aqiqah dan qurban, serta tata cara aqiqah.

Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa

Pengertian Aqiqah secara Bahasa
Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa

Untuk pengertian aqiqah menurut bahasa, aqiqah memiliki asal kata dari ‘aqqu yang memiliki arti yaitu potong. Makna potong disini ada dua, yang pertama itu mencukur rambut bayi yang akan diaqiqah. Dan arti yang kedua adalah menyembelih hewan yang akan diqurbankan untuk bayi yang diaqiqahkan.

Maka, pengertian aqiqah menurut dari bahasanya yaitu memotong hewan qurban dan juga rambut bayi.

Pengertian Aqiqah

Pengertian Aqiqah
Pengertian Aqiqah

Untuk pengertian dari aqiqah yaitu merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah, atas kelahiran seorang anak. Baik anak itu laki-laki maupun perempuan. Al-aqiqah atau aqiqah merupakan hewan untuk dikurbankan hanya kepada Allah SWT. dengan cara disembelih.

Melakukan aqiqah itu sendiri merupakan salah satu bentuk rasa syukur dan juga cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. yang telah memberikan banyak kenikmatan.

Didalam aqiqah juga ada pengambilan atau pemotongan rambut yang tumbuh di bagian kepala bayi. Hewan yang dikurbankan juga disembelih pada hari dimana rambut bayi tersebut dipotong.

Apakah Hukum Melakukan Aqiqah?

Hukum Aqiqah
Hukum Pelaksanaan Aqiqah

Pendapat dari jumhur ulama yang merupakan pendapat yang terkuat, hukumnya yaitu sunnah muakkadah. Anjuran dan juga praktek langsung dari Rasulullah Shalallahu’alaihin wasallam, yang mendasarkan hal ini.

Rasulullah bersabda : “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (cukur rambutnya)”. (HR. Ahmad, Al-Bukhori dan Ashhabus sunan).

Pada hadits tersebut ada perintah dari perkataan Rasulullah pada “maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan)”, namun perintah tersebut bukanlah bersifat wajib. Dalam hadits yang lain, ada sabda Rasulullah Shalallau’alaihi wasallam yang memalingkan dari kewajiban tersebut.

Rasulullah bersabda : “Barang siapa di antara kalian yang ingin menyembelihkan bagi anaknya, maka silahkan lakukan”. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasai dengan sanad yang hasan).

Di dalam hadits tersebut, Rasulullah mengatakan “ingin menyembelihkan”. Dari perkataan Rasulullah tersebut, menjadikan dalil yang memalingkan perintah yang asalnya wajib menjadi sunnah.

Namun, jika memang mampu, baiknya dikerjakan. Karena hukum dari aqiqah ini merupakan sunnah muakkadah. Tidak seharusnya jikalau mampu tetapi tidak mengerjakannya.

Bagaimana Aqiqah Menurut Islam?

Aqiqah menurut islam
Aqiqah Menurut Islam

Ada beberapa penjelasan tentang aqiqah menurut islam dan sunnah. Penjelasan ini merupakan penjelasan dari para sahabat dan juga ulama ahlusunnah. Untuk beberapa penjelasannya ada di bawah sini :

[A] Penjelasan oleh Ibnul-Qayyim menukil dari perkataan Abu ‘Ubaid, bahwasanya Al-Ashmaa’iy dan yang lainnya berkata : “Pada asalnya, makna dari ‘aqiqah itu adalah rambut bawaan yang ada di kepala bayi ketika lahir.”

Hanya saja, istilah berikut ini disebutkan untuk kambing yang disembelih ketika ‘aqiqah karena rambut bayi dicukur, sewaktu dengan kambing yang dikurbankan tersebut disembelih.

Sumber : Tuhfatul-Maudud bi-Ahkaamil-Maulud oleh Ibnul-Qayyim, hal. 35-36,
Tahqiq : Abdul-Mun’im Al-‘Aaniy, Daarul Kutub Al-‘Ilmiyyah; Cet. 1/1403, Beirut.

[B] Penjelasan oleh Al-Jauhari : “Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ke-tujuhnya dan mencukur rambutnya”.

Setelahnya Ibnul-Qayyim menjelaskan : “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebutkan demikian karena mengandung dua unsur di aras dan ini lebih utama”.

Sumber : Tuhfatul-Maudud bi-Ahkaamil-Maulud oleh Ibnul-Qayyim, hal. 35-36,
Tahqiq : Abdul-Mun’im Al-‘Aaniy, Daarul Kutub Al-‘Ilmiyyah; Cet. 1/1403, Beirut.

[C] Untuk definisi ‘aqiqah secara syar’i, yang sekiranya paling tepat yaitu adalah binatang yang disembelih karena kelahiran bayi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. dengan niat dan syarat-syarat tertentu.

Sumber : Shahih Fiqhis-Sunnah oleh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim, 2/380; Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, Cairo.

Doa Aqiqah

Doa aqiqah
Doa doa dalam Aqiqah

Lalu ketika aqiqah doa apa yang harus dibaca? Ada beberapa doa dalam pelaksanaan Aqiqah. Berikut beberapa doa tersebut :

Doa Walimah Al-‘Aqiqah

Doa walimatul aqiqah

Doa walimatul Aqiqah

Artinya adalah :

Doa walimatul aqiqah

Doa Ketika Menyembelih Hewan Aqiqah

Doa menyembelih hewan aqiqah

Artinya :

Doa menyembelih hewan aqiqah

Doa Ketika Mencukur Rambut Bayi

Doa ketika mencukur rambut bayi saat aqiqah

Doa Setelah Mencukur Rambut Bayi Sambil Meniup Ubun Ubunnya

Kapan Waktu Pelaksanaan Aqiqah?

Waktu pelaksanaan aqiqah
Waktu untuk Melaksanakan Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah disunnahkan untuk dilakukan pada hari ketujuh kelahirannya atau pada bayi berumur tujuh hari. Hal ini berdasarkan dari hadits Rasulullah.

Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah bersabda : “Setiap anak tergadaikan dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke-tujuh, dia dicukur dan diberi nama”. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dinyatakan shahih oleh At-tirmidzi).

Namun, bagaimana jika belum mampu melakukannya di hari ke-tujuh?

Disunnahkan untuk dilakukan pada hari ke-empat belas. Dan jika masih belum bisa, maka lakukan pada hari ke-dua puluh satu.

Dari Abdullah bin Buraidah dari Ayahnya dari Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda :”Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ke-tujuh, empat belas, dan dua puluh satu”. (Hadits hasan, riwayat Al-Baihaqi).

Jika pada hari ke-dua puluh satu juga masih belum sanggup untuk melaksanakan aqiqah, maka dilaksanakan jikalau sudah mampu. Untuk waktu pelaksanaan pada hari ke-tujuh, ke-empat belas dan hari ke-dua puluh satu merupakan hal yang sunnah.

Karena sifat aqiqah yang memang sunnah muakkadah.

Bagaimana Jika Melaksanakan Aqiqah Setelah Dewasa?

Melaksanakan aqiqah setelah dewasa tidak diwajibkan, seperti dasar persyaratan aqiqah ini sendiri adalah sunnah muakkadah. Persyaratan aqiqah ini dibebankan pelaksanaannya kepada orangtua.

Jika orang tuanya mampu ketika anaknya baru lahir, maka seharusnya segera dilaksanakan.

Dalam Liqo-at Al Bab Al Maftuh, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, kaset 234, no. 6 :

Apabila orang tuanya dahulu adalah orang yang tidak mampu pada saat waktu dianjurkannya aqiqah yaitu pada hari ke-tujuh, ke-empat belas, dan ke-dua puluh satu, maka ia tidak punya kewajiban apa-apa walaupun mungkin setelah itu orangtuanya menjadi kaya.

Sama halnya seperti orang miskin ketika waktu pensyariatan zakat, ia tidak wajib untuk mengeluarkan zakat setelah lewat masanya ia telah menjadi berkecukupan. Jadi ketika keadaan orangtuanya tidak mampu ketika waktu pensyariatan aqiqah, maka aqiqah itu menjadi gugur karena ia tidak mampu melaksanakannya.

Tapi kalau orangtuanya mampu ketika anaknya lahir, namun orangtuanya menunda melaksanakan aqiqah hingga anaknya beranjak dewasa, maka baiknya anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, waktu utama aqiqah. Mulai dari hari ke-tujuh kelahiran, berlipat tujuh hari hingga hari ke-duapuluh satu. Kemudian setelah itu bisa dilakukan kapanpun tanpa melihat kelipatan tujuh hari.

Bagaimana Jika Mengaqiqahkan Diri Sendiri?

Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, pelaksanaan aqiqah itu dibebankannya kepada orang tua. Namun, ketika sang anak ingin mengaqiqahkan diri sendiri menurut jawaban dari Syaikh Al-Fauzan : “Dan ia tidak diaqiqahi oleh ayahnya, lalu kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri, maka hal ini tidak masalah menurut Saya, wallahu’alam”

Syarat Aqiqah

Domba aqiqah bandung
Domba Aqiqah dan Qurban Bandung, Cinunuk Indah Farm

Ada beberapa syarat dalam aqiqah, syarat ini dilakukan juga pada pelaksanaan aqiqah bandung. Untuk hewan yang disembelih untuk melaksanakan aqiqah, sama dengan hewan yang disembelih untuk pelaksanaan qurban.

Ibnu Abdul Barr menyampaikan: “Para ulama telah ijma’ bahwa pada hewan aqiqah ini tidak diperbolehkan hal-hal atau apa-apa yang tidak diperbolehkan dalam udhhiyah, harus dari Al-Azwaj Ats-Tsamaniyyah, yaitu domba, kambing, sapi, dan unta, kecuali pendapat yang ganjil yang tidak dianggap”.

Imam Malik berkata bahwa “Aqiqah itu bagaikan nusuk atau sembelihan denda larangan haji dan udhhiyah atau qurban, tidak diperbolehkan dalam hal ini hewan yang sakit, kurus, picak (buta matanya), dan tulangnya patah”.

Imam Asy-Syafi’i berkata bahwa “Dan cacat pada hewan untuk aqiqah harus dihindari sebagaimana yang tidak diperbolehkan dalam hewan qurban”.

Namun dalam aqiqah tidak diperbolehkan berserikat seperti dalam melaksanakan qurban. Baik hewan yang diqurbankan untuk pelaksanaan aqiqah sama dengan hewan qurban, seperti domba atau kambing, sapi dan unta.

Sehingga bila ada yang aqiqah dengan mengurbankan sapi ataupun unta, hanya untuk satu orang. Bukan untuk tujuh orang, layaknya pada pelaksanaan qurban.

Perbedaan Aqiqah Anak Laki-laki dan Perempuan

sumber: pixabay

Untuk persyaratan aqiqah itu yang penting sebagai syaratnya yaitu hewan untuk aqiqah tersebut. Untuk anak perempuan dan juga anak laki-laki berbeda hewan aqiqah yang diperlukannya.

Aqiqah Anak Perempuan

Kalau untuk anak perempuan, syarat hewan aqiqahnya cukup dengan hanya satu ekor domba atau kambing.

Aqiqah Anak Laki-laki

Berbeda dengan anak perempuan, anak laki-laki disunnahkan atau dianjurkan dengan dua ekor domba atau kambing. Jika orangtua tidak sanggup melakukan aqiqah dengan dua ekor hewan, maka diperbolehkan dengan satu ekor saja dan sudah dianggap sah.

Tapi tidak cukup dengan ada hewan aqiqahnya saja, selain itu juga harus mencari hewan aqiqah yang berkualitas. Yang memenuhi syarat aqiqah di atas.

Penutup

Begitulah yang bisa disampaikan tentang aqiqah. Semoga ada manfaat yang bisa diambil. Apabila ada kekurangan, itu hanyalah dari penulis semata. Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Wallahu’alam

Penakecil pamit

Wassalam…..

%d blogger menyukai ini: