Pengertian Qurban, Hukum Qurban dan Ketentuan Hewan yang Wajib untuk Diketahui [Lengkap]

Pengertian Qurban — Dalam agama Islam ada lima rukun islam yang diantaranya adalah Syahadat, sholat, puasa, zakat, dan melaksanakan haji jika mampu. Ada salah satu hari raya yang bertepatan dengan dilakukannya ibadah haji. Hari raya itu adalah Idul Adha.

Pada saat Idul Adha, dilaksanakan juga penyembelihan hewan qurban. Bagi orang Islam yang mampu, baiknya melaksanakan ibadah qurban. Karena ibadah qurban merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

Di sini Pena kecil akan berbagi dengan kalian mulai dari pengertian qurban, bagaimana sejarah dilakukannya qurban, dan juga ketentuan hewan kurban.

Pengertian Qurban dan Sejarah dari Ibadah Qurban

Penyembelihan Sapi Qurban
Proses Penyembelihan Sapi Qurban

Seluruh umat Islam yang mengikuti ajaran Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam, merayakan Idul Adha pada tanggal 10 Dzul Hijjah. Pada saat Idul Adha, seluruh umat Islam yang mampu sangat disunnahkan untuk melaksanakan ibadah qurban.

Lalu, mereka yang mampu melaksanakan ibadah qurban disunnahkan untuk mengkonsumsinya, membagikan daging hewan qurbannya kepada kerabat, pada orang-orang fakir dan menyimpannya. Baik itu daging yang berasal dari sapi kurban atau domba kurban.

Tapi, bagaimana dengan pengertian qurban itu sendiri?

Pengertian Qurban Secara Bahasa

Pengertian Aqiqah dan qurban secara Bahasa
Pengertian Qurban Menurut Bahasa

Jika pertanyaan di atas muncul, disini Pena kecil akan berbagi dengan kalian tentang pengertian qurban.

Qurban yang dalam bahasa arab adalah “dlahaya”(ضحية), secara jamak. Kata itu memiliki arti hewan sembelihan atau bisa juga berarti menyembelih binatang pada saat pagi hari.

Lalu, pendefinisian qurban itu merupakan penyembilan binatang yang dilakukan pada Idul Adha. Ada pula menurut fiqh, qurban adalah penyembelihan binatang tertentu pada saat Idul Adha ataupun hari Tasyrik (tanggal 10-13 Dzul Hijjah), yang diniatkan karena untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pengertian Qurban Menurut para Ulama

Habib Ali Al-Jufri Merupakan Seorang Ulama | Sumber : google

Pengertian qurban menurut Syekh Muhammad al-Khatib al-Syarbini, merupakan hewan yang disembelih dari jenis hewan ternak, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. di saat Idul Adha sampai akhir hari Tasyrik.

Definisi qurban dari Ahmad Taswin, qurban dilihat dari segi bahasa memiliki arti memotong untuk menghilangkan nyawa dari binatang tersebut. Namun, dalam segi syariat yaitu menghilangkan nyawa dari binatang yang halal dimakan, dengan menggunakan alat yang tajam selain kuku, gigi dan tulang, agar halal.

Dari Syekh Wahbah al-Zuhaili menerangkan, qurban secara bahasa merupakan nama untuk hewan yang disembelih pada saat Idul Adha. Sedangkan menurut fiqh, qurban ialah menyembelih hewan khusus pada waktu tertentu, dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sejarah Pelaksanaan Ibadah Qurban

Sumber : Pixabay | Pengertian Qurban

Ibadah qurban merupakan ibadah yang dilakukan semata-mata untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sejarah qurban itu sendiri jika diambil secara umum, sudah dimulai sejak dari zaman Nabi Adam AS.

Namun, secara khususnya adalah pada saat Nabi Ibrahim AS. dipeintahkan oleh Allah SWT. lewat mimpinya. Beliau mendapat perintah dari Allah SWT. untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail AS.

Sebelum itu, Nabi Ibrahim AS. mendapatkan perintah dari Allah SWT. untuk menempatkan istri beliau Siti Hajar bersama dengan anaknya yaitu Nabi Ismail AS. Pada saat itu, Nabi Ismail AS. masih harus menyusu kepada ibunya.

Anak dan juga istri beliau ditempatkan pada lembah yang gersang, tandus, hingga tidak ada satupun pohon yang tumbuh. Nabi Ibrahim AS. pun sempat bingung dengan perintah Allah SWT tersebut.

Tempat tersebut merupakan tempat yang amat jauh dari tempat asal beliau. Disana merupakan lembah yang sepi dan juga sunyi. Tidak ada seorangpun yang menghuni di tempat tersebut.

Namun, begitu taqwanya Nabi Ibrahim AS. dan juga istrinya Siti Hajar, mereka tetap menerima perintah itu dengan penuh keikhlasan dan juga tawakkal. Peristiwa tersebut ada di dalam QS Ibrahim ayat ke 37 :

Artinya :

Lalu setelah belum lama beliau berkumpul kembali dengan keluarganya, Nabi Ibrahim AS. mendapat perintah yang melalui mimpi tersebut. Beliau harus mengurbankan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT. dengan cara disembelih.

Setelah mendapatkan perintah itu, beliau lalu memberitahukannya kepada Nabi Ismail AS. Lalu, Nabi Ismail AS. pun menerima dengan ikhlas perintah yang diberikan oleh Allah SWT. tersebut.

Tetapi, tidak semudah itu Nabi Ibrahim AS. melaksanakan perintah dari Allah SWT. Datanglah setan ke beliau untuk menggodanya dan agar beliau tidak melaksanakan perintah tersebut.

Namun, Nabi Ibrahim AS. mengambil batu sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu akbar”. Lalu dilemparkannya batu tersebut kepada setan untuk mengusirnya.

Setelahnya, beliau pun melanjutkan apa yang sudah diperintahkan oleh Allah SWT. Namun, ketika beliau menyembelih anaknya, Allah SWT. dengan kuasa-Nya, mengganti Nabi Ismail AS. dengan kambing sebagai kurban.

Kisah ini ada di dalam Al-Qur’an Surat As-Syafaat.

Hikmah dalam Qurban

Hikmah Qurban
Sumber : Pixabay | Hikmah Qurban

Dari kisah dari Nabi Ibrahim AS. kita bisa mengambil pelajaran. Dalam melaksanakan ibadah qurban, ada berbagai hikmah yang kita dapat.

1. Taqwa. Nabi Ibrahim AS. bertaqwa kepada Allah SWT. dengan menjalankan segala perintah-Nya. Taqwa sendiri itu memiliki pengertian yaitu terkait dengan ketaatan dari seorang hamba kepada Allah SWT. dalam menjauhi larangan dan juga menjalankan perintah dari Allah SWT.

2. Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan perintah dari Allah SWT. tersebut, beliau semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Saling berbagi kepada yang fakir. Dalam melaksanakan ibadah qurban, kita berbagi dengan para fakir yang sudah sepatutnya dibantu oleh yang mampu.

Hukum dalam Melaksanakan Ibadah Qurban

Hukum Aqiqah dan Qurban
Sumber : Pixabay | Hukum Qurban

Sebenarnya, ada perbedaan pendapat di antara para ulama tentang hukum qurban. Dari madzhab Imam Asy-Syafii, Imam Ahmad, Imam Malik, dan kebanyakan ulama lainnya menyatakan hukum dari berqurban merupakan sunnah.

Dalam madzhab Imam Asy-Syafii, hukum berqurban merupakan sunnah muakkadah. Sunnah muakkadah merupakan sunnah yang sangat ditekankan dan harus diusahakan. Bisa ditinggalkan hanya jika ada ‘udzur.

Namun, dalam madzhab Imam Abu Hanifah mewajibkan pelaksanaan ibadah qurban.

Untuk perintah melaksanakan ibadah qurban, kita bisa melihat pada Al-Qur’an dan juga dari hadits-hadits Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam.

Pada Al-Qur’an, perintah berqurban ada dalam QS. Al-Kautsar(108) ayat 2.

Artinya :

“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)”.

Diatas merupakan perintah yang berasal dari Al-Qur’an, ada juga perintah dalam hadits qurban. Untuk perintah dari hadits-hadits Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam tentang qurban ada di bawah sini :

Artinya :

Tidaklah berbentuk suatu ibadah yang dilakukan manusia pada hari qurban yang lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada menyembelih hewan qurban.
Sesungguhnya hewan qurban yang telah dipotong kelak pada hari kiamat akan datang lengkap dengan tanduk, kuku dan juga rambutnya.
Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah diterima oleh Allah SWT sebelum mengalir ke tanah”. 
(HR. Ibnu Majah)

Artinya ;

Barang siapa yang memiliki kemampuan (kelapangan rezeki), namun dia tidak mau melaksanakan qurban, maka janganlah sekali-kali dia mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ibnu Majah)

Perbedaan Aqiqah dan Qurban

Perbedaan Aqiqah dan Qurban
Sumber : Pixabay | Beda = BebeKuda

Dari tujuannya, aqiqah dan juga qurban memiliki tujuan yang sama yaitu agar lebih dekat dengan Allah SWT. Dan juga hukum pelaksanaannya adalah sama-sama sunnah muakkadah. Namun walaupun sama tujuan dan juga hukum dari pelaksanaan ibadahnya, ada perbedaan aqiqah dan qurban.

Dalam berqurban, satu hewan qurban bisa untuk satu keluarga ataupun perseorangan. Baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan, jumlah hewannya satu ekor.

Lalu, satu hewan qurban juga bisa kolektif atau patungan atau gabungan. Hewan qurban yang bisa dijadikan kolektif adalah unta atau sapi kurban maupun kerbau. Banyak orang yang bisa ikut didalamnya ada tujuh orang.

Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam :

Dari Jabir ra, berkata : “Kami menyembelih qurban bersama Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam di Hudaibiyyah, seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau)”. (HR Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

Sedangkan dalam aqiqah itu satu hewan qurban hanya untuk satu orang. Baik hewan yang dikurbankan itu domba atau kambing, kerbau atau sapi kurban, maupun unta. Pula, dibedakan jumlah hewan untuk laki-laki maupun perempuan.

Untuk pembahasan lengkap tentang aqiqah bisa kalian lihat di tautan di bawah ini :

Pengertian dan Hukum Aqiqah

Ketentuan Hewan Qurban

Harga Domba Qurban
Domba Qurban, Cinunuk Indah Farm

Ada berbagai pilihan hewan yang bisa untuk dijadikan hewan qurban. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bisa pilih sapi kurban, domba qurban, kambing qurban, kerbau ataupun unta.

Walaupun banyak pilihan hewan qurban, ada ketentuan dalam memilih hewan qurban. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk berqurban.

Allah SWT. berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 34 : “Supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka”.

Adapula syarat hewan qurban yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :

1. Sehat, Bebas dari Cacat

Domba aqiqah bandung, Domba qurban bandung
Domba Qurban Bandung, Cinunuk Indah Farm

Hewan yang dijadikan untuk menjadi hewan qurban haruslah hewan yang sehat dan bebas dari Cacat. Seperti hewan yang ada di Cinunuk Indah Farm, merupakan domba yang sehat dan bebas dari cacat.

Jika hewan qurban tersebut buta atau cacat matanya, ada tulang yang patah yang parah sehingga terlihat, terkena penyakit, ataupun hewannya kurus, maka hewan tersebut tidak boleh digunakan menjadi hewan qurban.

Hal ini berdasarkan dari hadits Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam berikut :

2. Hewan Qurban merupakan Hewan yang Terbaik

Domba Ternak Terbaik
Hewan Qurban Terbaik dipelihara di Cinunuk Indah Farm.

Sebagai seorang muslim, kita harus selalu memberikan yang terbaik. Baik itu saling memberi kepada sesama muslim atau tidak. Seorang muslim harus selalu memberikan yang terbaik.

Jika ke sesama manusia harus memberi yang baik, apalagi memberi kepada Allah SWT. yang selalu memberikan setiap mahluk-Nya yang terbaik. Maka dalam beribadah kita harus memberikan yang terbaik.

Saat qurban, harus mengorbankan hewan qurban yang terbaik (aqiqah juga). Agar maksimal ibadah yang kita lakukan. Namun yang terbaik di sini, merupakan yang terbaik yang bisa kita lakukan.

3. Jenis Binatang untuk dijadikan Hewan Qurban

Domba qurban, hewan qurban
Domba Qurban, Cinunuk Indah Farm

Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Ada beberapa hewan yang dibolehkan untuk menjadi hewan qurban. Hewan-hewan tersebut adalah sapi kurban, kambing atau domba kurban, unta, domba qurban, dan kerbau.

Untuk umur dari hewan qurban juga ada syaratnya. Jika sapi kurban itu yang berumur dua tahun, sedangkan kambing kurban itu anjurannya yang sudah berumur satu tahun. Kalau unta yang berumur lima tahun dan yang paling muda yaitu domba yang berumur enam bulan.

Hal itu berdasarkan dari hadits Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam. Dari Jabir ra. Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda : “Janganlah kalian mengurbankan binatang kecuali yang berumur satu tahun keatas, jika itu menyulitkanmu maka sembelihlah domba Jadza”.

Doa Saat Menyembelih Hewan Qurban

Pembagian Daging Qurban

Daging Hewan Qurban
Pembagian Daging Hewan Qurban

Ibadah qurban pada dasarnya adalah untuk berbagi dengan para fakir dan juga sesama. Karena Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam pernah bersabda : “Makanlah dan berilah makan kepada fakir dan miskin, dan simpanlah”.

Pada masalah pembagian daging qurban ini, para ulama berpendapat, yang afdhal yaitu memakan daging dari hewan itu sepertiga, sepertiga yang lainnya dibagikan kepada para fakir-miskin, lalu simpan sepertiga sisanya.

Atau jika mau dibagikan semuanya, tidak ada yang dikonsumsi dan disimpan, tidak ada larangan untuk melakukan hal itu. Namun, anjurannya ada yang dikonsumsi, dibagikan dan juga disimpan.

Kemanapun tujuan pembagiannya tidak menjadi masalah, mau itu hingga ke Palestina sana. Asalkan daging hewan qurban itu dibagikan kepada yang memang membutuhkan, bukan untuk dijual.

Namun, kulit dari hewan qurban itu menurut Abu Hanifah boleh dijual dan uangnya dipakai untuk bersedekan atau dibelikan barang-barang yang bermanfaat untuk rumah.

Penutup

Melaksanakan ibadah qurban merupakan sebuah ibadah yang hukumnya sunnah (menurut jumhur ulama). Namun, dalam madzhab Imam Abu Hanafi hukumnya adalah wajib.

Ibadah qurban merupakan ibadah yang dilakukan bertujuan untuk lebih dekat dengan Allah SWT. Qurban dan aqiqah memiliki perbedaan, mulai dari pelaksanaannya, waktunya dan juga hewan yang dipilih untuk dikurbankan.

Begitulah penjelasan tentang pengertian qurban yang bisa dibagikan oleh Pena kecil. Semoga berbagai manfaat bisa didapatkan dari membaca artikel ini.

Pena kecil pamit,

Wassalam…

%d blogger menyukai ini: