7+ Objek Peninggalan Kerajaan Mataram Islam +Sejarahnya

Kerajaan Mataram Islam atau yang dikenal juga dengan Kesultanan Mataram merupakan kerajaan Islam pertama yang ada di Pulau Jawa. Meskipun kerajaan ini sudah tidak ada sejak berabad-abad yang lalu, namun peninggalan kerajaan Mataram Islam masih ada hingga hari ini.

Berikut di bawah ini berbagai peninggalan dari kerajaan Mataram Islam.

Masjid Agung Gedhe Kauman

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam Masjid Gede Kauman
Gerbang Masjid Gedhe Kauman Sekitar Tahun 1920 Foto Koleksi Tropenmuseum | Sumber : wikimedia.org

Peninggalan yang pertama dari kerajaan Mataram Islam adalah Masjid Agung Gedhe Kauman. Terletak di kampung Kauman, Yogyakarta, masjid ini dibangun pada tahun 1773 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Lokasi tepatnya masjid ini berada di kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta, sebelah Barat. Masjid Kauman ini hanya memiliki satu ruang utama dan satu gedung induk untuk tempat shalat.

Pasar Legi Kotagede

Pasar Legi Kotagede
Pasar Legi Kotagede | Sumber : panduanwisata.id

Masih di daerah Kotagede, peninggalan yang satu ini masih eksis dan ramai dikunjungi. Pasar memang tidak akan pernah sepi dari pengunjung, apalagi Pasar Legi juga termasuk dari peninggalan sejarah salah satu kerajaan Islam di Indonesia yang besar.

Pasar Legi ini sudah ada mulai dari masa kepemimpinan Panembahan Senopati. Hal itu membuat pasar ini menjadi pasar tertua yang masih ada di Yogyakarta hingga hari ini. Walaupun sudah berulang kali dipugar, bangunan asli masih tetap dipertahankan untuk menjaga sejarahnya.

Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta
Foto Masjid Agung Surakarta yang diambil sekitar Tahun 1930an

Beralih dari Yogyakarta, sekarang kita menuju Surakarta yang menjadi lanjutan kesultanan Mataram untuk mengetahui peninggalan kerajaan Mataram Islam yang lainnya. Letak dari Masjid Agung Surakarta sama dengan Masjid Agung Kauman, yaitu ada di sebelah barat kawasan Alun-alun Utara. Bedanya, masjid ini di sebelah utara dari Keraton Surakarta.

Masjid ini dibagun pada masa kepemimpinan Paku Buwono III pada tahun 1763. Arsitekturnya campuran antara Jawa Kuno dan Belanda. Bahan bangunan masjid ini dominannya terbuat dari kayu dan ada berbagai ornamen Jawa Kuno di dinding utamanya.

Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning

Masjid Plosokuning
Masjid ini dibangun sekitar tahun 1720 | Sumber : Google

Beralih sedikit dari pusat Yogyakarta, masjid ini berada di Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1720-an oleh Kiai Mursodo yang merupakan keponakan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Diberi nama Plosokuning dikarenakan adanya pohon Ploso di sekitar masjid ini. Dan daun dari pohon Ploso ini biasanya berwarna kuning, dari sanalah namanya berasal.

Masjid Pathok Negara Plosokuning ini memiliki luas bangunan sekitar 228 meter persegi. Dan juga masjid ini masih berdiri kokoh.

Reruntuhan Benteng Baluwerti Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

Benteng Baluwerti
Sisa Reruntuhan Benteng Baluwerti di Kotagede Yogyakarta.

Mungkin peninggalan ini sudah tidak lagi berbentuk bangunan. Namun, masih tetap menjadi bukti peninggalan kerajaan Mataram Islam. Letak benteng Baluwerti ini ada di Kotagede.

Benteng Baluwerti merupakan salah satu pertahanan dari kerajaan ini. Dan juga benteng ini mengelilingi kota dari pusat kerajaan Mataram. Pada zaman dahulu kala ada parit di sekitar benteng tersebut yang berfungsi sebagai saluran air dan sistem pertahanan.

Masjid Kotagede, Masjid Tertua di Yogyakarta

Masjid Kotagede
Masjid Kotagede merupakan Masjid tertua di Yogyakarta. | Sumber : visitingjogja.com

Kenapa masjid ini menjadi masjid tertua di Yogyakarta? Itu karena masjid Kotagede ini dibagun sekitar tahun 1640 oleh Sultan Agung. Masjid ini dibangun secara dua tahap, hal itu diketahui dari prasasti yang menyebutkannya.

Tahap pertama pengerjaannya dilakukan pada masa kepemimpinan Sultan Agung. Sedangkan tahap kedua pembangunan masjid ini ada pada masa kepemimpinan Pakubuwono. Awalnya masjid ini dibangun menggunakan tiang kayu, namun pada saat renovasi tiang kayu itu digantinkan oleh tiang besi.

Masjid Al Fatih

Masjid Al fatih kepatihan
Masjid Al Fatih Kepatihan, Jebres, Solo | Source : tribunnews.com

Di daerah Kepatihan, Jebres, Solo ada masjid yang bernama Masjid Al Fatih. Sama seperti masjid-masjid di atas, masjid Al Fatih ini juga termasuk peninggalan kerajaan Mataram Islam. Walaupun pembangunannya ada pada masa Kasunanan Surakarta.

Ada berbagai ornamen pada masjid ini. Seperti lafal Khulafur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib) yang terdapat pada sisi utara dan juga selatan pintu masuk. Lalu ada lafal Allah SWT dan Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam di bagian tengah di atas pintunya.

Pasarean Imogiri

pasarean imogiri
wikimedia.org

Beralih ke daerah Bantul, ada salah satu tempat wisata yang merupakan peninggalan kesultanan Mataram. Pasarean Imogiri atau Pajimatan Girirejo Imogiri atau yang lebih dikenal dengan pemakaman Imogiri, yang merupakan pemakaman khusus untuk keluarga kesultanan Mataram.

Di pasarean Imogiri ini, pemakaman raja-raja dibagi menurut kerajaannya. Mulai dari Kesultanan Mataram disebut dengan Astana Kasultan Agung, Kasunanan Surakarta, dan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam Astana Kasultan Agung terdapat tiga gerbang atau gapura yang memiliki filosofi tentang tiga tahapan hidup manusia, mulai dari alam rahim, alam duniawi dan alam kubur.

Sultan Agung juga meninggalkan beberapa peninggalannya yang kata banyak orang bertuah. Hal itu juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke Pasarean Imogiri. Beberapa peninggalan tersebut adalah

  1. Daun Tujuh Macam
  2. Air Suci dari Empat Tempayan
  3. Cincin Kayu yang terbuat dari Tongkat Sultan Agung

Lalu ada beberapa aturan dalam memasuki kompleks Pemakaman Imogiri ini, yaitu sebagai berikut :

  • Untuk laki-laki harus memakai baju peranakan, blangkon, dan juga kain panjang.
  • Sedangkan untuk perempuan, tidak boleh memakai perhiasan, memakai kemben, dan juga kain panjang.
pakaian ziarah pemakaman imogiri
Pakaian yang Harus Digunakan Laki-laki saat Ziarah di Pasarean Imogiri | Sumber : fototrendindonesia.com

Penutup

Meskipun sudah berakhir masa kerajaan Mataram Islam yang merupakan kerajaan Islam di Jawa sejak berabad-abad lalu, peninggalannya masih bisa ditemukan hingga hari ini. Peninggalan dari kerajaan Mataram Islam ini harus dijaga supaya sejarah tidak hilang begitu saja ditelan zaman.

Begitulah tentang berbagai peninggalan dari Kesultanan Mataram ini, semoga bisa bermanfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk menjaga berbagai peninggalan sejarah yang ada dan juga jangan pernah melupakan sejarah.

Wassalam…

%d blogger menyukai ini: