Home…

Yang berarti rumah…

Adapula yang menganggap rumahnya tak berarti,

ditinggal tak ditempati.

Mencari jalan lain, atau juga berpindah karena keperluan masing-masing.

Karena hidup semestinya berjalan.

 

Keluarlah dari rumah.

Lalu nikmati ciptaan Sang Maha Pencipta.

Indah, berpadu segala warna.

Hanya saja manusia terlalu serakah.

 

Pohon tak selamanya berdiri tegak.

Usia tak selamanya menentukan.

Manusia bertindak.

Mungkin beberapa sudah terlalu melangkah kejauhan.

 

Tak jadi indah apa yang sudah dititipkan Sang Maha Kuasa.

Beberapa manusia menjadi serakah.

Karena beberapa kesempatan didepannya.

Meskipun itu semua salah.

 

Binatang pun akhirnya resah.

Meninggalkan hutan yang biasa menjadi rumahnya.

Tertangkap mereka, ada yang dibiarkan mati diatas tanah.

Adapula yang masih bertahan dengan kehidupannya.

 

Manusiapun tak luput dari bencana.

Karena yang lainnya tak bisa berbuat.

Hanya berencana.

Lalu meratap.

 

Masihkah indah bumi yang disebut rumah?

 

 

I’m H!

%d blogger menyukai ini: