Tarian Daerah di Indonesia Inilah yang Menarik Perhatian Dunia

Indonesia adalah negara yang terdiri atas banyak pulau dan memiliki lima pulau besar di dalamnya. Hal itu membuat Indonesia memiliki banyak keragaman, dari logat bahasa, makanan, budaya hingga ke tarian daerah. Apalagi Indonesia terletak di Cincin Api dunia, dimana membuat negara ini subur akan kekayaan alamnya juga.

Hal-hal yang disebutkan di atas membuat Indonesia menjadi incaran bangsa asing dulu hingga kini. Selain itu, Indonesia yang memiliki 34 Provinsi ini, memiliki kebudayaan yang beragam pula.

Setiap daerah memiliki budayanya masing-masing, ada yang mirip, kebanyakan berbeda. Salah satu yang jadi incaran bangsa asing adalah kebudayaan tarian daerah di Indonesia. Karena macam tarian di Indonesia itu terkenal hingga ke Mancanegara, seperti halnya yaitu Reog Ponorogo yang pernah di klain oleh negara lain.

Pena kecil akan memberitahukan kepada kalian, ada tarian daerah apa aja sih di Indonesia yang membuat turis asing antusias? Akan dijabarkan di bawah sini ๐Ÿ™‚

Tarian Daerah Asal Nanggroe Aceh Darussalam, Tari Saman

Tari saman, tarian daerah dari Aceh
Tari Saman Merupakan Tarian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai macam suku. Mulai dari ujung Barat hingga ke ujung Timur Indonesia, masing-masing daerah memiliki budayanya sendiri.

Kita mulai dari Barat Indonesia yaitu Nanggroe Aceh Darussalam atau Aceh. Aceh merupakan Provinsi paling Barat di Indonesia. Titik 0 Indonesia ada di Kota Sabang yang berada dalam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain keistimewaannya yang menjadi daerah paling ujung di Barat Indonesia, Aceh juga dianggap sebagai tempat awalnya agama Islam masuk ke Indonesia. Hingga Aceh mendapat julukan sebagai Serambi Mekkah.

Presentase penduduk muslim yang paling tinggi di Indonesia ada di Aceh. Dan Aceh ini hidup sesuai syariah Islam, tidak terpaku pada peraturan umum di Indonesia. Otonomi di Aceh berbeda dengan daerah di Indonesia pada umumnya, otonominya diatur tersendiri karena alasan sejarahnya.

Dengan keberagaman yang dimiliki oleh Aceh ini, budaya yang dimiliki oleh Aceh juga menyita banyak perhatian. Tidak dari dalam negeri saja, tapi hingga ke mancanegara. Salah satunya adalah tarian daerah Aceh yang dikenal dengan Tari Saman.

Tari Saman ini adalah salah satu tari yang berasal dari Suku Gayo yang ada di Aceh. Tarian ini dikembangkan oleh ulama besar Aceh yang bernama Syekh Saman, pada abad ke-14.

Awalnya, tari Saman ini merupakan sebuah permainan rakyat yang memiliki sebutan Pok Ane.ย Namun, setelah kebudayaan Islam masuk, permainan ini mengalami akulturasi.

Yang pada awalnya nyanyian dalam permainan Pok Aneย ini bersifat sebagai pelengkap, diubah tidak hanya menjadi sebuah nyanyian saja, namun juga penuh makna serta pujian untuk Allah SWT.

Bukan hanya pada nyanyian dampak dari masuknya Islam ke Aceh, namun juga beberapa tarian berubah. Mulai dari tepukan tangannya sampai ke perubahan pada posisi duduk penarinya.

Pada awalnya, tari Saman ini hanya ditampilkan pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini pun hanya ditampilkan di surau-surau atau masjid yang berada di daerah Gayo, Aceh.

Lalu mulai berkembang dan berkembang mengikuti zaman, tari Saman mulai ditampilkan pada acara-acara yang lebih umum. Khitanan, pernikahan dan ulang tahun adalah contoh acara-acara yang di dalamnya ditampilkan tarian daerah ini.

Pada tahun 2011 tepatnya tanggal 24 November, tari Saman yang merupakan tarian daerah dari Aceh ini ditetapkan sebagai Daftar Warisan Budaya Takbenda atau kalau bahasa Inggrisnya, Intangible Cultural Heritage Lists oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organizationย atau UNESCO.

Hal itu ditetapkan dalam sidang ke-6 UNESCO Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Bali.

Fungsi dari Tari Saman dan Juga Maknanya

Walaupun awalnya hanya sebuah permainan, oleh para penyebar agama Islam khusunya oleh Syekh Saman, permainan ini diubah menjadi tarian daerah yang berfungsi menjadi untuk menyebarkan agama Islam atau dakwah.

Didalam tarian ini ada pesan keagamaan, pendidikan, sopan santun, kebersamaan, kekompakan dan juga kepahlawanan. Makanya sesaat sebelum tarian ini dilakukan ada sebuah pembukaan atau mukaddimah, ada penampilan dari seorang pemuka adat atau tetua disana untuk mewakili masyarakat setempat, untuk memberikan nasihat-nasihat kepada para pemain dan penonton.

Para Penari Tari Saman

Awal Tari Saman
Awal Mulanya Tari Saman dilakukan Oleh Para Lelaki Muda

Para penari Saman, pada awalnya terdiri dari para lelaki yang masih muda dan memakai pakaian adat. Syair dan lagunya diungkapkan secara berkesinambungan dan bersama-sama.

Umumnya gerakan di tari Saman terbagi menjadi beberapa unsur. Ada gerakan tepuk dada dan tepuk tangan, gerak lingang, gerak surang-saring, gerakan guncang, dan juga gerak kirep.

Nama dari gerakan-gerakan tersebut diambil dari bahasa Gayo.

Harmonisasi antara gerakan tarian yang cepat diiringi dengan syair-syair merupakan daya pikat dari tarian daerah ini, yang membuat semua penonton berdecak kagum.

Umumnya tarian ini dimainkan oleh sekitar belasan ataupun puluhan laki-laki, yang memiliki jumlah ganjil. Namun ada juga pendapat yang menyatakan tarian ini dimainkan harus dengan 10 orang, yang terdiri dari 2 orang pemberi aba-aba yang sambil bernyanyi dan 8 orang lainnya bertindak sebagai penari.

Tapi semakin berkembangnya zaman, peraturan itu tidak menjadi baku. Tarian itu boleh dilakukan oleh banyak orang, karena jika dilakukan oleh orang yang lebih banyak maka akan lebih semarak atau meriah.

Tari Kecak, Tarian Daerah dari Pulau Dewata Bali

Tari Kecak
Tari Kecak Asal Pulau Dewata Bali

Siapa yang ga tau Bali? Bali atau yang biasa juga disebut dengan Pulau Dewata adalah pulau dan juga daerah yang ada di Indonesia yang sangat terkenal. Saking terkenalnya, orang luar negeri lebih tau Bali dibandingkan Indonesia.

Pulau Dewata menyimpan berjuta pesona, salah satu yang menjadi pesona dari Pulau Dewata ini adalah tarian daerahnya. Tari Kecak adalah salah satu daya tarik wisata di Bali selain keindahan alamnya yang masih terjaga keasriannya.

Asal Mula Kecak

Tari Kecak
Tarian Daerah Kecak Ini Merupakan Salah Satu Tujuan Wisata Bali

Begitu populernya tarian daerah yang satu ini, hingga kancah mancanegara pun mengetahuinya. Tarian ini merupakan tarian di dalam ritual Sanghyang, lalu ditambahkan cerita Ramayana di dalamnya.

Tokoh yang ada dibalik kepopuleran tarian ini adalah I Wayan Limbak dan temannya Walter Speis yang merupakan pelukis asal Jerman. Di tahun 1930 mereka membuat tari kecak dan juga mempopulerkannya ke banyak negara di Benua Eropa sana.

Ritual Sanghyang yang menjadi latar belakang tarian kecak ini adalah sebuah tradisi masyarakat Bali untuk menolak bala. Ritual yang bertujuan untuk menolak bala ini dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan roh para leluhur.

Dalam ritual ini ada beberapa tarian yang diantaranya, Sanghyang Jaran yang dilakukan oleh para penari laki-laki dan juga Sanghyang Dedari yang dibawakan oleh dua orang penari yang masih perawan.

Sanghyang Jaran dilakukan oleh penari laki-laki karena orang ini akan kesurupan, lalu dia akan melompat-lompat seperti kuda yang menari di atas bara api yang menyala.

Kalau Sanghyang Dedari dibawakan oleh penari perempuan yang masih perawan ini, bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat yang ada.

Tarian ini tidak diiringi dengan alat musik apapun loh. Hanya dari paduan suara “cak” dan juga kincringan yang ada pada kaki dari para penari yang melakukannya. Namun, suara “cak” itu dilakukan dengan harmonisasi tentunya yang membuatnya seperti kor akapela. Dari suara “cak” itu pula nama tarian daerah ini diambil.

Adegan dalam Tari Kecak

Illustrasion of Tari Kecak
Adegan Ramayana dalam Tari Kecak

Dalam tari kecak ini ada beberapa tokoh selain para penari yang menggunakan kain tradisional Bali yang kotak hitam-putih, yang bertelanjang dada. Tokoh lainnya yang menjadi cerita di dalam tarian ini adalah Hanuman, Sugriwa, Rahwana, Rama dan juga Sinta.

Dalam cerita Ramayana ini dibagi menjadi empat cerita.

Dalam adegan yang pertama adegan dimana Rama yang diminta menangkap kijang emas oleh Sinta. Lalu Sinta yang sedang ditinggal oleh Rama dijaga oleh Laksamana yang merupakan adik dari Rama.

Namun Laksamana di fitnah sebagai penyebab dari meninggalnya sang kakak yaitu Rama, lalu Laksamana pergi dan meninggalkan Sinta sendirian.

Di adegan kedua, diceritakan penyulikan Sinta yang dilakukan oleh Rahwana yang menyabar menjadi orang tua. Dan Sinta pun dibawa ke Alengka Pura.

Adegan ketika di dalam cerita ini adalah ketika Laksamana dan kakaknya Rama tersesat dalam hutan Ayodya Pura. Dimana saat itu Rama meminta bantuan sang Hanuman mengantarkan cincinnya kepada Sinta, yang saat itu sedang berada di Alengka Pura.

Lalu pada adegan terakhirnya, Hanuman mengacak-acak taman yang berada di Alengka Pura setelah memberikan cincin pemberian Rama kepada Sinta.

Setelah adegan Ramayana selesai, tarian kecak ini dilanjutkan dengan tarian Sanghyang Jaran dan Sanghyang Dedari.

Tari Pendet Menandakan Selamat Datang di Bali

Pendet Dancer WPAP
Penari Pendet Dengan Ciri Khas Pandangan Mata yang Tajam

Jika kalian datang ke Pulau Dewata Bali, biasanya kedatangan kalian akan disambut oleh beberapa penari. Para penari ini biasanya membawa wadah yang berisi berbagai macam bunga dan biasa menaburkan bunga tersebut kepada para tamu yang datang.

Tarian itu adalah tari pendet, salah satu tarian daerah di Bali yang menjadi tarian penyambutan atau tarian selamat datang. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya atau acara penyambutan tamu dan juga tarian ini sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Awal Mula Tari Pendet

Tari Pendet, I Wayan Rindi
I Wayan Rindi (tengah) dikenal Sebagai Penemu Tari Pendet

Sama seperti tarian daerah yang ada di Indonesia lainnya. Awal mula tarian ini merupakan tarian untuk memuja sebagai sarana ibadah mereka. Biasanya tarian ini banyak dilakukan di Pura, yang merupakan tempat ibadah umat Hindu yang ada di Bali.

Tarian ini merupakan bagian dari upacara piodalan di Pura. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan juga penghormatan dari masyarakat di Bali. Dan juga sebagai penyambutan atas hadirnya para dewa yang turun dari kahyangan.

Tari Pendet tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat di Bali. Karena hal itu menyangkut aktifitas spiritual mereka.

Lalu seorang seniman Bali, I Wayan Rindi yang dibantu temannya Ni Ketut Reneng, keduanya terinspirasi akan tarian tersebut dan memodifikasi tarian tersebut untuk menjadi tarian penyambutan. Keduanya mencoba menciptakan tari Pendet ini sebagai penyambutan, dengan empat orang penari.

Setelah itu, tarian ini dikembangkan lagi oleh I Wayan Beratha dengan penambahan seorang penari. Jumlah lima orang penari inilah yang sering ditampilkan sekarang.

Tari Pendet yang sudah menjadi tarian penyambutan ini masih terdapat unsur religius di dalamnya yang menjadi ciri khas masyarakat di Bali.

Tujuan Tari Pendet

 

Penari Pendet Vector
Illustration of Penari Pendet by ndop devianart

Seperti yang Pena Kecil kasih tau di atas, tari Pendet itu berasal dari tari untuk sembahyang, maka dari itu tari Pendet terbagi jadi dua, yaitu Tari Pendet Penyambutan dan juga Tari Pendet Sakral.ย 

Untuk Tari Pendet Penyambutan ini seperti namanya ditampilkan untuk acara penyambutan atau sekedar untuk hiburan bagi tamu yang datang. Di tari penyambutan ini lebih diperlihatkan keindahan baik dari gerakan, busana ataupun penampilan dari paras penarinya.

Kalau dari Tari Pendet Sakral ini lebih ke tujuan spiritualnya. Untuk ritual keagamaan masyarakat Bali. Saat melakukan tarian ini, segala sesuatunya lebih sederhana dan unsur religiusnya lebih diperlihatkan dalam tarian.

Walaupun berbeda fungsi dan tujuan dari kedua tari Pendet itu, tetap unsur budaya Bali melekat erat dalam tarian tersebut.

Selain tarian ini dilakukan pada awalnya untuk upacara persembahan, tarian ini tidak memerlukan waktu yang intensif untuk latihan. Tari Pendet ini bisa dilakukan oleh semua orang, baik ia para pemangkus pria dan wanita, dewasa ataupun gadis.

Penari Pendet usia lanjut
Penari Pendet Usia Lanjut Membuktikan Tarian ini Bisa Dilakukan oleh Semua Kalangan

Penutup

Bagaimana dengan penjelasan dari Pena Kecil tersebut? Menambah pengetahuan kalian kan? ๐Ÿ˜€

Semoga selain menambah pengetahuan kalian, juga menambah kecintaan kalian terhadap budaya Indonesia.

Sekian dulu dari Pena Kecil! Wassalam… ๐Ÿ˜€

%d blogger menyukai ini: